BORNEONEWS, Palangka Raya – Realisasi Belanja APBD Kalimantan Tengah hingga 31 Oktober 2024 terpantau baru sebesar Rp16.256,4 miliar atau masih di bawah 60 persen.
Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan DJPb Provinsi Kalteng mencatat realisasi tersebut didominasi komponen Belanja Operasi sebesar 68,4 persen.
“Hal ini menggambarkan bahwa masih rendahnya penyerapan belanja APBD di wilayah Kalimantan Tengah, sehingga Pemda harus mengakselerasi Belanjanya,” kata Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalteng, Wawan Juswanto, dalam keterangannya, Jumat, 29 November 2024.
Sebagai informasi, Realisasi belanja APBD dinilai sangat penting karena merupakan indikator utama dari efektivitas pengelolaan keuangan daerah.dalam mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Belanja APBD biasanya digunakan untuk membiayai program seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya, sehingga tingginya realisasi menunjukkan keberhasilan daerah menjalankan rencana pembangunan.
Realisasi ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, dan memacu aktivitas sektor swasta. (HERMAWAN DP/H)









