BORNEONEWS, Palangka Raya - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau PBSI Universitas Palangka Raya memukau penonton dengan penampilan Tarinisasi Puisi dari karya Joko Pinurbo berjudul “Celana” dalam Pentas Seni pada Jumat, 29 November 2024 malam.
Acara ini diadakan di Aula Palangka dan dihadiri oleh ratusan penonton yang antusias. Tarinisasi Puisi, yang mirip dengan musikalisasi atau dramatisasi puisi, memberikan sentuhan baru dalam mengapresiasi karya sastra.
"Saya melihat kreativitas anak-anak PBSI sangatlah tinggi dan saya bangga menyaksikannya," kata Wakil Dekan 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya atau FKIP UPR, Dr Eli Karliani membuka acara.
Puisi “Celana” karya Joko Pinurbo bercerita tentang pencarian jati diri melalui simbol celana yang diidam-idamkan namun sulit ditemukan.
Dalam penampilan ini, mahasiswa PBSI berhasil menghidupkan puisi tersebut dengan ekspresi dan gerak yang mendalam, menggambarkan perjuangan tokoh utama dalam mencari celana yang sempurna. Penonton diajak merasakan kegelisahan dan harapan sang tokoh dalam setiap bait puisi.
Saat akhirnya tokoh utama menemukan celana yang dicari, ia menyadari bahwa dirinya telah berubah. Mahasiswa PBSI dengan apik menggambarkan momen ini, menunjukkan transformasi karakter yang penuh makna. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan perjalanan hidup dan perubahan yang tak terelakkan.
Di akhir penampilan, tokoh utama berusaha menyerahkan celananya kepada Tuhan, namun Tuhan menolak. Adegan ini disampaikan dengan penuh emosi, menggambarkan kekecewaan dan penyerahan diri yang mendalam.
Mahasiswa PBSI berhasil menyampaikan pesan filosofis dari puisi ini dengan sangat baik, membuat penonton terdiam dan merenung.
Penampilan Tarinisasi Puisi ini mendapat sambutan meriah dari penonton. Banyak yang memberikan tepuk tangan panjang dan pujian atas kreativitas dan kemampuan mahasiswa dalam menginterpretasikan karya sastra.
"Acara ini juga menjadi bukti bahwa puisi dapat dinikmati dalam berbagai bentuk dan tetap relevan di kalangan generasi muda," kata Eli lagi.
Secara keseluruhan, penampilan mahasiswa PBSi dalam membawakan Tarinisasi Puisi “Celana” karya Joko Pinurbo berhasil menciptakan pengalaman yang mendalam dan mengesankan.
Pentas Seni ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan apresiasi terhadap karya sastra Indonesia.(TESTI PRISCILLA/R)









