PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada periode setahun terakhir, hampir seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah mengalami penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

Penurunan TPT tertinggi terjadi di Kabupaten Sukamara, yang mencapai 0,28 persen poin menjadi 4,95 persen.

"Ini adalah pencapaian yang signifikan dan menunjukkan bahwa program-program pemerintah daerah berhasil dalam menciptakan lapangan kerja baru," ujar Agnes pada Sabtu, 30 November 2024.

Penurunan ini diikuti oleh Kabupaten Barito Selatan yang turun 0,21 persen poin menjadi 4,12 persen, serta Kabupaten Lamandau yang turun 0,15 persen poin menjadi 3,17 persen dibandingkan Agustus 2023.

Namun, tidak semua kabupaten/kota mengalami penurunan TPT. Kabupaten Murung Raya justru mengalami kenaikan TPT sebesar 0,15 persen poin pada Agustus 2024.

"Kenaikan ini perlu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dalam mengatasi masalah pengangguran di wilayah tersebut," tambah Agnes.

Secara keseluruhan, penurunan TPT di Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif dalam upaya pengurangan pengangguran.

"Kami berharap tren ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan pekerjaan," kata Agnes lagi.

BPS Kalteng akan terus memantau perkembangan ini dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan program-program yang telah berjalan.

Agnes juga menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam menciptakan lapangan kerja.

"Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja," jelasnya.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan angka pengangguran di Kalimantan Tengah dapat terus menurun.

Penurunan TPT di Kalimantan Tengah ini menjadi bukti bahwa upaya bersama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan positif.

"Kami optimis bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, Kalimantan Tengah dapat mencapai tingkat pengangguran yang lebih rendah di masa mendatang," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/j)