BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa Pelabuhan Kumai dan Pelabuhan Sampit masih mendominasi layanan angkutan laut untuk penumpang di wilayah tersebut selama bulan September 2024.
"Dari total 33.681 penumpang yang datang dan berangkat, sebanyak 73,60 persen melalui Pelabuhan Kumai dan 26,40 persen melalui Pelabuhan Sampit," kata Agnes pada Sabtu, 30 November 2024.
Agnes menjelaskan bahwa dominasi Pelabuhan Kumai dalam layanan angkutan penumpang ini menunjukkan peran penting pelabuhan tersebut dalam mobilitas masyarakat Kalimantan Tengah.
"Pelabuhan Kumai, yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat, telah lama menjadi pusat aktivitas transportasi laut di provinsi ini," katanya.
Sementara itu, Pelabuhan Sampit, meskipun memiliki persentase penumpang yang lebih kecil, tetap menjadi pelabuhan penting dengan kontribusi signifikan dalam arus barang.
"Volume arus barang yang mencapai 1,68 juta ton selama September 2024 terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit sebesar 57,00 persen dan Pelabuhan Kumai sebesar 31,77 persen," jelas Agnes lagi.
Agnes menambahkan bahwa Pelabuhan Sampit, yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Timur, memainkan peran kunci dalam distribusi barang di Kalimantan Tengah.
"Pelabuhan ini menjadi titik utama pengiriman berbagai komoditas, termasuk hasil perkebunan dan pertambangan, ke berbagai daerah di Indonesia," bebernya.
Data dari BPS Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa kedua pelabuhan ini tidak hanya penting untuk angkutan penumpang tetapi juga untuk arus barang. Hal ini mencerminkan pentingnya infrastruktur pelabuhan dalam mendukung perekonomian daerah, terutama dalam sektor transportasi dan logistik.
"Dengan dominasi Pelabuhan Kumai dan Sampit dalam layanan angkutan laut, diharapkan pemerintah daerah dapat terus meningkatkan fasilitas dan layanan di kedua pelabuhan ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kalimantan Tengah," katanya. (TESTI PRISCILLA/j)









