PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam Workshop Diversifikasi Produk Kelapa Sawit Khusus Pakan Ternak, Biomassa, Cokelat, Krimer, dan Dupa Sawit yang baru-baru ini diadakan, Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah, menekankan pentingnya kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia.

"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik atau BPS, kontribusi kelapa sawit terhadap devisa hingga September telah mencapai Rp339 triliun," kata Helmi dalam keterangan resminya pada Sabtu, 30 November 2024.

Helmi juga mengutip kajian dari BKM Kemenkeu pada tahun 2023 yang menunjukkan bahwa kelapa sawit menyumbang Rp88 triliun dari pajak.

"Jika dibandingkan dengan kontribusi BUMN yang sebesar Rp82,1 triliun, jelas bahwa kelapa sawit memiliki peran besar dalam perekonomian nasional," tegasnya.

Selain itu, katanya, industri kelapa sawit juga menyerap 16,5 juta tenaga kerja, yang berarti sekitar 66 juta orang bergantung pada sektor ini jika dihitung dengan anggota keluarga.

Namun, Helmi mengakui bahwa industri kelapa sawit masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari kampanye negatif.

"Isu-isu seperti deforestasi, perusakan hutan, pelanggaran hak asasi manusia, dan kandungan kolesterol tinggi dalam produk sawit sering menjadi sorotan. Ini yang harus kita hadapi bersama," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)