BORNEONEWS, Palangka Raya - Untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi komoditas kelapa sawit di Indonesia, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS terus mendorong diversifikasi produk kelapa sawit.
"Produk-produk seperti pakan ternak, biomassa, cokelat, krimer, dan dupa sawit diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan pada produk utama seperti minyak sawit mentah atau CPO," kata Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah dalam keterangan resminya pada Sabtu, 30 November 2024.
Hal ini disampaikan Helmi dalam Workshop Diversifikasi Produk Kelapa Sawit Khusus Pakan Ternak, Biomassa, Cokelat, Krimer, dan Dupa Sawit yang baru-baru ini diadakan.
Helmi menyoroti pentingnya inovasi dan penelitian dalam mengembangkan produk turunan kelapa sawit. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta, sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing industri kelapa sawit di pasar global.
"Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan industri kelapa sawit Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," katanya lagi.
Helmi menjelaskan bahwa ada empat komoditas minyak nabati utama saat ini, yaitu sawit, kedelai, rapeseed, dan biji bunga matahari. Dari keempatnya, sawit adalah yang paling efisien karena untuk menghasilkan satu ton minyak hanya membutuhkan lahan seluas 0,3 hektar. Sebagai perbandingan, bunga matahari membutuhkan 1,3 hektar, rapeseed 1,6 hektar, dan kedelai membutuhkan 2 hektar untuk menghasilkan jumlah minyak yang sama.
BPDPKS bersama para pemangku kepentingan telah melakukan sejumlah program untuk mendukung diversifikasi sawit agar bernilai tambah. Selain helm sawit, ada juga produk seperti parafin sawit, baterai dari limbah sawit yang dikembangkan oleh ITB, pengawet buah, dan dukungan untuk riset kandungan gizi minyak sawit.
Helmi juga menyebutkan bahwa ada riset yang menunjukkan kandungan gizi sawit setara dengan air susu ibu, terutama dalam hal vitamin E dan A. Hal ini bisa dijadikan bagian dari program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo sebagai suplemen untuk meningkatkan gizi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/j)









