BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau Marukan menilai bahwa sejak digaungkannya kesenian Babukung menjadi salah satu seni budaya pertunjukan andalan Lamandau pada beberapa tahun terakhir, seni budaya tersebut dinilai memiliki potensi cukup menjanjikan, antara lain adalah potensi dalam bidang ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.
Karenanya, pihaknya berharap agar potensi tersebut dapat digali untuk terus dimaksimalkan menjadi potensi yang benar-benar mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Misalnya, dengan mengoptimalkan para pengrajin seni ukir yang selama ini pandai membuat luha (topeng) bukung untuk membuat berbagai merchandise yang berkaitan dengan seni tari babukung tersebut.
"Sebenarnya banyak sekali potensi ekonomi dari seni Babukung ini. Misalnya, para pengrajin seni ukir dapat benar-benar diberdayakan untuk membuat luhak (topeng) yang bisa dipajang di rumah, bisa juga membuat merchandise bukung dalam bentuk miniatur dan semacamnya," sebut Marukan.
Atas dasar itu, Marukan meminta agar pihak terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) segera mengkoordinir para pengrajin dan membuat pelatihan khusus, sehingga potensi ekonomi ini menjadi peluang yang dikembangkan secara maksimal.
Gagasan untuk mengembangkan potensi ekonomi dari Seni Babukung ini dibeberkan Bupati Marukan bukan tanpa sebab. Terlebih Bupati Lamandau dua periode itu tahu betul bahwa di sejumlah festival sebelumnya, faktanya tidak sedikit wisatawan baik domestik maupun wisatawan mancanegara yang rela menawar bahkan membeli bukung/luha' (topeng) beberapa saat sesudah atraksi seni tari Babukung berakhir.
"Kita semua kan tahu festival-festival sebelumnya. Jangankan turis asing, diantara kita saja saling tawar dan saling berlomba untuk dapat memiliki bukung yang kita lihat bagus saat ditampilkan. Karena ternyata bukung atau luha juga bisa jadi hiasan dinding dan semacamnya. Ini sebenarnya peluang yang belum kita bidik. Makanya saya minta agar nanti di Festival Babukung mendatang panitia atau UMKM dapat menyiapkan hal tersebut," pintanya.
Tak hanya berbagai bukung atau miniatur luha, Marukan bahkan menyarakankan agar disiapkan aneka merchandise, misalnya seperti baju/t-shirt, gantungan kunci atau hal-hal apapun yang berkaitan dengan khas Seni Babukung, tukasnya. (HENDI NURFALAH/m)








