PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpustaka) Kabupaten Kapuas menyerahkan hibah 300 buku kepada Pondok Pesantren Babussalam Kuala Kapuas sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan budaya literasi di kalangan santri dan masyarakat sekitar.

Kepala Disarpustaka Kapuas, Suwarno Muriyat, mengatakan bahwa hibah buku ini mencakup berbagai jenis literatur, mulai dari buku keagamaan, ilmu pengetahuan umum, hingga literatur pengembangan diri. “Dengan keberagaman jenis buku ini, kami berharap dapat memenuhi kebutuhan bacaan para santri dan mendukung proses belajar mengajar di pesantren,” ujarnya saat penyerahan simbolis buku, Sabtu, 30 November 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi, terutama di lingkungan pesantren, yang menjadi salah satu pusat pendidikan berbasis agama di Kabupaten Kapuas. Suwarno menambahkan, hibah buku ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mengembangkan Gerakan Nasional Gemar Membaca (GNGB).

Ia berharap buku-buku yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para santri untuk memperluas wawasan dan memperdalam ilmu pengetahuan mereka. “Program ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pencapaian tujuan literasi yang lebih luas di Kapuas,” katanya.

Pondok Pesantren Babussalam Kuala Kapuas, melalui pengurusnya Amin Kurdi, mengungkapkan rasa terima kasih atas hibah yang diberikan oleh Disarpustaka. Menurutnya, buku-buku tersebut akan menjadi aset berharga bagi perpustakaan pesantren, yang selama ini berfungsi sebagai pusat informasi dan referensi penting bagi para santri.

Selain itu, Disarpustaka juga memberikan layanan mobil perpustakaan keliling kepada para santri di pesantren, sebagai bentuk dukungan untuk mempermudah akses mereka terhadap bacaan berkualitas. Suwarno menyampaikan bahwa ke depan, Disarpustaka berencana melanjutkan program serupa ke lembaga-lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Kapuas untuk memperluas pengaruh positif dari budaya literasi.

"Semangat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan dapat mendorong perkembangan literasi di Kapuas dan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang," pungkas Suwarno.

ANTARA