KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus berupaya mengoptimalkan kebijakan pembangunan pertanian melalui berbagai langkah strategis, salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD). FGD ini diharapkan dapat menghasilkan strategi yang efektif untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya padi, dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan kearifan lokal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Septedy, menjelaskan bahwa diskusi ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan produksi padi yang dapat diimplementasikan secara efektif.

"Kami berharap strategi ini bisa diimplementasikan dengan baik, mengingat seringkali kendala dalam pelaksanaan terkait dengan anggaran dan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat," ungkapnya saat membuka kegiatan FGD.

Septedy menambahkan bahwa tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dapat menangani kegiatan pembangunan pertanian yang direncanakan. Ia berharap agar semua pihak yang terlibat dalam diskusi ini dapat berkolaborasi untuk membangun strategi yang berkelanjutan dan sejalan dengan program-program dari pemerintah pusat maupun provinsi.

"Keberhasilan program ini akan bergantung pada kesinambungan antara kebijakan yang ada di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat. Tanpa kolaborasi yang baik, keberhasilan program akan sangat minim," jelasnya.

Sekda Kapuas juga meminta agar hasil diskusi ini menjadi catatan penting bagi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Kapuas, untuk memastikan tindak lanjut yang tepat terhadap program yang digagas.

"Diskusi lebih lanjut dengan DPRD juga perlu dilakukan agar program ini bisa terlaksana dengan baik, terutama mengingat program ketahanan pangan yang saat ini menjadi prioritas nasional," tambahnya.

Kegiatan FGD ini dibuka oleh Sekda Kapuas dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Yaya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKPP) Kapuas, Yan Hendri Ale, Kepala Bapelitbangda Kapuas, Catur, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kapuas, Budi Kurniawan, dan sejumlah undangan terkait lainnya.