BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa secara year on year, layanan ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada September 2024 mengalami penurunan sebesar 25,96 persen dibandingkan dengan September 2023.
"Nilai ekspor turun dari US$39,68 juta menjadi US$29,38 juta. Penurunan ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam aktivitas ekspor di wilayah kami," kata Agnes pada Sabtu, 30 November 2024.
Secara kumulatif, jika dibandingkan dengan periode Januari-September 2023, terjadi penurunan layanan ekspor melalui pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah pada Januari-September 2024 sebesar US$196,42 juta atau turun 28,62 persen. Penurunan ini diakibatkan oleh menurunnya aktivitas ekspor pada ketiga sektor utama, yaitu sektor industri, pertambangan, dan pertanian.
"Penurunan ini perlu menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk meningkatkan kembali aktivitas ekspor," tambahnya.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa penurunan aktivitas ekspor ini berdampak pada perekonomian daerah.
"Penurunan ekspor ini tentu berdampak pada perekonomian daerah, terutama bagi para pelaku usaha yang bergantung pada ekspor," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya untuk mengatasi penurunan ini.
Selain itu, Agnes menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa negara tujuan utama.
"Dengan diversifikasi pasar, kita dapat mengurangi risiko penurunan nilai ekspor yang disebabkan oleh fluktuasi permintaan di satu negara," ujarnya.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dan keberlanjutan ekspor Kalimantan Tengah.
Agnes Widiastuti juga menyarankan agar para pelaku usaha terus meningkatkan kualitas produk ekspor mereka.
"Peningkatan kualitas produk ekspor sangat penting untuk bersaing di pasar internasional. Kami berharap para pelaku usaha dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka," katanya.
Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk ekspor Kalimantan Tengah di pasar global. (TESTI PRISCILLA/j)









