SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seroang pria berinisal AH menjadi korban pemukulan oleh seorang Ojek Online (Ojol) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), lantaran tidak terima mendapat teguran.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pada Jumat, 19 November 2024.

AH menjelaskan kejadian itu berawal saat dirinya melihat seseorang menggunakan jaket ojol masuk ke dalam rumahnya yang dalam keadaan sepi. Ia pun dengan cepat menghampiri dan menanyakan maksud dan tujuannya.

"Kebetulan saya baru sampai, kaget melihat ada orang masuk ke dalam rumah saya, kemudian saya tanya alasan dia katanya mau mengantatkan pesanan makanan," kata AH korban pemukulan, Sabtu, 30 November 2024.

Setelah mengetahui jika lelaki tersebut adalah ojol, korban pun meminta nomor ponsel dengan maksud antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kehilangan barang.

"Lalu saya minta nomor ponselnya, saya dibilang bila ada yang hilang, kami akan menghubunginya, ia langsung tidak terima dan panik. Saat kami hendak menunjukan rekaman CCTV, dia langsung memukul muka saya," jelasnya.

Korban yang saat itu berusaha untuk melawan akhirnya bergelut dengan pelaku yang belum diketahui identitasnya ini. Warga yang melihat berusaha melerai perkelahian antara keduanya.

"Dari pengakuan pelaku dia hanya mau mengantarkan pesanan, tetapi ketika saya cek CCTV dia langsung masuk ke dalam rumah saya dengan gerak gerik yang mencurigakan," beber AH.

Sebelumnya, anak korban memang ada pesan makanan melalui aplikasi ojol. Namun saat pesanan tiba, anak korban sedang berada di dalam toilet sehingga tidak mengetahui jika ojol tersebut telah menghubunginya.

”Saya masih ingat muka nya. Rencananya kami menunggu 1x24 jam, agar yang bersangkutan datang kesini dan menyelesaikan masalah ini secara musyawarah. Apabila tidak, terpaksa kami lapor ke polisi,” kesalnya. (BUDDI RAHMAT H/j)