SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 70 pemuda lintas agama di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ikut serta dalam kegiatan bakti sosial di berbagai tempat ibadah, Sabtu, 30 November 2024.

"Pemuda lintas agama hadir bersama melaksanakan bakti sosial. Ini upaya untuk mempersatukan generasi muda agar kelak mereka bisa menjadi tokoh yang memahami moderasi beragama," kata Pj Sekda Kotim, Sanggul Lumban Gaol.

Lanjutnya, kegiatan ini menunjukkan bagaimana moderasi beragama dapat memperkuat harmoni di Kotim. Dengan masyarakat yang sudah memahami moderasi, maka dapat meredam potensi konflik, termasuk yang dipicu oleh ajaran sesat atau isu SARA di media sosial.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kotim, Mudlofar, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut.

"Kami mengawali dengan membersihkan halaman tempat ibadah sebagai simbol kebersamaan. Ini bukan sekadar bakti sosial, melainkan upaya mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan di Sampit," katanya.

--page

Adapun peserta bakti sosial terdiri dari 20 pemuda Muslim, 10 pemuda Kristen, 10 pemuda Katolik, 10 pemuda Hindu, dan 20 pemuda dari berbagai latar belakang lainnya. Mereka bergotong royong di beberapa tempat ibadah seperti Masjid Al Falah, Gereja Eka Sinta, Gereja Katolik Don Bosco, Pura Hindu, Vihara Avalokitesvara, Klenteng Harmoni Kehidupan, dan Balai Basarah.

Selain bakti sosial, FKUB Kotim juga telah melaksanakan program moderasi beragama di SMA dan SMK di Sampit yang diikuti 60 pelajar. Dialog publik bersama tokoh agama di lima kecamatan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman toleransi antarumat beragama.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi contoh nyata moderasi beragama yang digalakkan pemerintah pusat. Kotim harus terus menjaga kerukunan agar tetap menjadi wilayah yang harmonis," tutup Mudlofar. (DEWI PATMALASARI/Y)