SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menyoroti peran penting Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menangani persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya, masalah sampah merupakan isu krusial yang membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak, terutama masyarakat.

“DLH memiliki peran strategis yang sangat besar, bukan hanya untuk mendukung visi dan misi kepala daerah, tetapi juga dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Masalah sampah adalah salah satu yang paling riskan,” ujar Halikinnor, Sabtu, 30 November 2024.

Ia mengakui, pengelolaan sampah di Kotim masih menjadi tantangan besar. Karena kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah, meskipun pemerintah sudah membangun banyak depo sampah.

"Sayangnya, masih banyak sampah yang hanya diantar di luar depo atau bahkan dilempar di pinggir jalan dan tanah kosong. Ini adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan," kata Halikinnor.

Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah telah berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat melalui peraturan daerah (Perda) dan pendekatan adat, khususnya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan pemberlakuan hukum adat. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif.

--page

"Komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan, tetapi mengubah kebiasaan tidaklah mudah. Ini menjadi tantangan besar bagi kepala DLH yang baru," tambahnya.

Halikinnor menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kesadaran dan partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan.

“Pengelolaan sampah bukanlah tugas satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)