BORNEONEWS, Palangka Raya – Rusliansyah yang kini menjabat Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, menjadi Ketua DPD Partai Golkar Palangka Raya lagi setelah sempat lengser beberapa waktu lalu dan digantikan pelaksana tugas (Plt). Sebab pasca di-Plt-kannya Abdul Razak selaku ketua DPD Golkar Kalteng, seluruh DPD tingkat II juga di Plt-kan.

Terpilihnya Rusliansyah berlangsung saat digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) IX di kantor Partai Golkar Kota Palangka Raya di Jalan Tjilik Riwut Km 1 persis seberang Mapolda Kalteng, Kamis (8/9/2016). Ia terpilih secara aklamasi Ketua Partai Golkar Kota Palangka Raya untuk periode2016-2019.

 Ada kesan mendadak dalam pelaksanaan Musda IX kali ini. Namun dalam pandangan umum pengurus kecamatan dan organisasi sayap Partai Golkar Kota Palangka Raya semuanya menyampaikan dan meminta kembali agar Rusliansyah untuk bertahan memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut. Rata-rata menganggap kepemimpinan Rusliansyah hampir semua target kerja dapat tercapai sehingga memuaskan mayoritas kader.

Satu hal yang membuat unik, selain menjadi musda tercepat di Golkar karena berakhir tak sampai sore, juga pada petang harinya digelar prosesi pelantikan langsung di arena musda. Biasanya, surat keputusan (SK) Kepengurusan harus diperoleh di Jakarta karena ditandatangani ketua umum langsung.

“Kita memang cepat, sudah ada nama-nama yang dicantumkan sebagai pengurus.Tinggal beberapa lagi yag mungkin tinggal nambah. Tetapi Pelantikan ya sudah ini tadi,”kata Rusliansyah setelah prosesi pelantikan selesai.

Ia mengaku, berimprovisasi membuat banyak wajah baru di kepemimpinannya. Alasan Rusli, saat ini momentumnya anak muda yang bergerak dan berkiprah menggaet simpatisan partai. Ia pun tak menyangkal dirinya bakal maju di pemilu wali kota pada 2018 nanti. “Sambil melihat situasi dan dukungan, kalau niatan sih pasti ada,”simpulnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris DPD Golkar Kalteng yang hadir melantik pengurus baru tersebut, Aprianoor mengatakan digelarnya Musda memang ditarget cepat. Paling akhir pada Desember 2016 harus selesai Musda di semua kabupaten/kota di Kalteng. Saat ini, kata Aprianor, dari 14 daerah sudah ada enam Musda yang diselenggarakan.

“Musda jadi perhatian khusus Ketua Umum Setya Novanto. Semua pengurus harus hadir, jangan sampai ada konflik lagi. Jadi setelah Musda, tidak ada lagi kubu-kubuan, semuanya adalah menyatu sebagai kader golkar.Karena kita sudah jenuh berkonflik terus dua tahun terakhir,” tegasnya. (ROZIKIN/m)