BORNEONEWS, Sampit – Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Langkap, menegaskan pentingnya pemerataan perbaikan fasilitas pendidikan di seluruh 17 kecamatan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas pendidikan yang setara di wilayah perkotaan maupun pedalaman.
"Perbaikan fasilitas pendidikan jangan hanya terpusat di kota-kota karena biayanya lebih murah. Kita harus melihat kebutuhan di daerah pedalaman agar wajah pendidikan di seluruh kecamatan berubah lebih baik dan merata," kata Langkap, Sabtu, 30 November 2024.
Langkap juga memberikan apresiasi atas program Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim untuk tahun 2025 yang mulai menjawab keluhan para guru di lapangan. Program tersebut mencakup pembangunan rumah dinas baru, rehabilitasi sekolah, dan peningkatan fasilitas pendidikan lainnya.
"Saat ini, kita masih melihat banyak sekolah yang merupakan peninggalan era Orde Baru, dibangun dengan dana Inpres pada tahun 80-an dan 90-an. Langkah Disdik yang mulai melakukan akselerasi perbaikan fasilitas sangat positif, dan ini harus terus berlanjut," ujarnya.
Ia juga menyoroti efisiensi anggaran di Dinas Pendidikan, terutama terkait minimnya perjalanan dinas. Menurutnya, efisiensi tersebut menunjukkan fokus yang lebih besar pada pembangunan fasilitas pendidikan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
--page
"Efektivitas dan efisiensi seperti ini adalah contoh pembangunan yang sebenarnya. Dengan mengurangi anggaran perjalanan dinas, dana tersebut bisa dialokasikan untuk program yang lebih berdampak, seperti rumah dinas dan rehabilitasi sekolah. Guru, sebagai ujung tombak pendidikan, akhirnya bisa merasakan manfaat nyata dari kebijakan ini," tambah Langkap.
Langkap berharap program perbaikan fasilitas pendidikan ini dapat terus berlanjut hingga seluruh kecamatan di Kotim mendapatkan perhatian yang sama. Menurutnya, pemerataan perbaikan ini penting untuk menciptakan akses pendidikan yang setara bagi semua siswa dan guru di wilayah tersebut.
"Dinas Pendidikan sudah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan fasilitas pendidikan. Namun, pemerataan harus terus dijaga agar semua kecamatan bisa merasakan manfaat yang sama. Kita ingin memastikan bahwa pendidikan di Kotim semakin berkualitas dan merata," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









