BORNEONEWS, Sampit – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sanggul Lumban Gaol, mendorong pemuda lintas agama untuk menjadi pelopor kerukunan antarumat beragama.
"Pemuda yang hadir hari ini adalah generasi penerus yang kelak menjadi tokoh masyarakat, ulama, maupun pemimpin di Kotim. Mulai sekarang, mari bergandeng tangan untuk membangun harmoni antarumat beragama," kata Sanggul, saat membuka kegiatan bakti sosial Pemuda Lintas Agama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kotim, Sabtu, 30 November 2024.
Ia menegaskan, kerukunan dan keharmonisan umat beragama merupakan fondasi penting bagi masyarakat Kotim. Dengan rasa aman dan nyaman yang tercipta, daerah ini dapat menjadi magnet bagi pendatang dan investasi.
"Kerukunan adalah salah satu kekuatan kita. Kalau rasa aman dan nyaman terus kita jaga, orang dari luar akan datang untuk tinggal atau berusaha di sini," tambahnya.
Mengenang peristiwa kelam konflik sosial pada tahun 2001, Sanggul mengingatkan pentingnya mempererat tali silaturahmi dan mengelola perbedaan agar tidak menjadi konflik. Ia menekankan bahwa upaya moderasi beragama melalui kegiatan positif, seperti bakti sosial membersihkan tempat ibadah seperti yang digelar saat ini adalah langkah nyata untuk membangun keharmonisan.
--page
"Kegiatan bakti sosial ini adalah langkah awal yang positif. Kita membersihkan tempat ibadah sebagai simbol persatuan. Ke depan, kegiatan serupa harus terus dikembangkan, termasuk melibatkan tokoh agama dalam dialog atau program lainnya yang mempererat kebersamaan," ujarnya.
Menurut Sanggul, moderasi beragama tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, khususnya para pemuda. Ia berharap pemuda lintas agama mampu meminimalkan perbedaan dan mengubah tantangan menjadi peluang untuk mempererat persatuan.
"Perbedaan kecil jangan diperbesar, dan masalah besar harus kita kecilkan. Dengan cara ini, kita akan lebih akrab, lebih rukun, dan lebih kuat sebagai masyarakat Kotim," tutupnya.
Kegiatan bakti sosial FKUB Kotim kali ini melibatkan puluhan pemuda lintas agama yang bersama-sama membersihkan tempat ibadah dari berbagai agama. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat moderasi beragama dan menjaga keharmonisan masyarakat Kotim. (DEWI PATMALASARI/Y)









