BORNEONEWS, Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko menilai ada sejumlah kendala dalam pemanfaatan data informasi geospasial.
“Dalam pemanfaatan data informasi geospasial terdapat hambatan, terutama ketersediaan dan akses dari data informasi geospasial,” ungkap Yuas dalam Bimtek di Palangka Raya, beberapa waktu lalu.
Hal tersebut, lanjut dia, dikarenakan jaringan informasi geospasial di daerah yang ada belum sepenuhnya berfungsi sesuai dengan tata kelola yang diharapkan.
“Ini bisa terjadi antara lain karena infrastruktur, sarana prasarana yang tidak mendukung, juga berkaitan dengan sumber daya manusia yang belum memadai, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” tuturnya.
Dia berharap melalui bimbingan teknis status simpul jaringan informasi geospasial Provinsi Kalteng maupun kabupaten/kota harus secepatnya bisa meningkat dari status kinerja yang ada saat ini.
--page
Sehingga terkait data geospasial Kalteng bisa sejajar dengan provinsi tetangga di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim).
“Harapannya dengan adanya bimbingan teknis ini, maka ketersediaan data dan informasi geospasial dapat terkoordinasi dengan baik, terintegrasi dan berkesinambungan,” ungkapnya.
Melalui semua itu diharapkan dapat terwujud data dan informasi geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan, akurat, mutakhir dan kompatibel.
Data terbentuk berbasis peta dasar Rupa Bumi Indonesia memenuhi standar basis data sesuai Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI) serta terintegrasi dalam satu geoportal, untuk mewujudkan Satu Data Indonesia. (HERMAWAN DP/Y)









