TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Di balik kemegahan kampanye Pilkada Barito Timur 2024, sosok seorang pemuda bernama A Rifai, atau akrab disapa Ipai, menjadi salah satu dari sekian banyak elemen kunci kesuksesan pasangan M Yamin dan Adi Mula Nakalelu.

Dengan perolehan suara 61 persen, kemenangan pasangan ini adalah hasil kerja keras tim yang solid, termasuk kontribusi Ipai sebagai desainer grafis yang menciptakan identitas visual mereka.

Namun, kisah Ipai bukan tiba-tiba dimulai pada pilkada. Ini adalah cerita tentang mimpi besar seorang pemuda dari kota kecil bernama Ampah yang berhasil melampaui batas geografis dan menunjukkan bahwa kreativitas tidak mengenal tempat.

Ipai, 22 tahun, bertanggungjawab penuh atas desain komunikasi visual pasangan Yamin-Adi. Poster, baliho, spanduk, hingga konten media sosial mereka adalah hasil karyanya. Desain-desain itu bukan hanya menarik, tetapi juga membawa pesan yang efektif kepada masyarakat.

"Saya ditugaskan untuk desain branding Yamin-Adi, mulai dari poster, spanduk, kaos tim relawan, hingga konten media sosial. Semua harus terlihat profesional dan mencerminkan visi mereka," kata Ipai, Minggu, 1 Desember 2024.

Kemampuan Ipai tidak datang begitu saja. Ia belajar desain grafis secara otodidak mengunakan smartphone sejak 2017, saat itu Ipai masih "mondok" di Pesantren Ibnul Amin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Pada 2018, ia mulai menggunakan software komputer, yang membuka lebih banyak peluang baginya. Tanpa pendidikan formal di bidang desain, karya-karyanya telah menarik perhatian hingga ke luar negeri.

“Salah satu proyek besar yang pernah saya kerjakan adalah desain poster untuk Uram, pemain futsal asal Korea Selatan yang bermain di Tim Futsal Kuala Lumpur Malaysia, serta desain poster Anzar, pemain Liga Pro Futsal Indonesia,” cerita Ipai penuh semangat.

Selain itu, ia juga pernah membuat desain cover buku untuk Kominfo Banjarmasin. Karya-karyanya membuktikan bahwa ia tidak hanya berkompetisi di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.

Langkah pertama Ipai di dunia desain dimulai pada 2021, saat ia mendapat pesanan desain jersey futsal di Ampah. Dari sana, bakatnya terus diasah. Ia bekerja di berbagai tempat, mulai dari Minolta Center Apparel Ampah hingga Restu Guru Promsindo Banjarmasin. Pada 2024, ia bergabung dengan Bandara Printing Martapura, sambil tetap menerima proyek lepas.

Ipai tak pernah berhenti belajar. Di sela kesibukannya, ia aktif membagikan portofolionya di Instagram @_foceto, tempat ia menunjukkan karya-karya terbaiknya.

Kisah Ipai adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang. Dengan semangat belajar, kreativitas dan kerja keras, seorang pemuda dari kota kecil seperti Ampah bisa menembus pasar global. Meski tidak dapat berbahasa asing, dia tetap dapat melayani konsumennya dengan mengunakan aplikasi penterjemah.

"Jangan pernah takut bermimpi besar, meski berasal dari tempat kecil. Dengan tekad dan usaha, kalian bisa mencapai apa pun," pesan Ipai kepada generasi muda.

Ipai tidak hanya dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lain di Barito Timur, tetapi juga bukti nyata bahwa mimpi bisa diwujudkan, asalkan kita berani memulainya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)