SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Desa Sungai Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Andereka Setiadi mengungkapkan jumla warga yang terdampak banjir di wilayahnya semakin bertambah dari hari sebelumnya. 

"Memasuki hari ketiga dan jumlah KK yang terendam meningkat, sekarang ada 148 KK yang terdampak," katanya, Sabtu, 30 November 2024.

Disebutnya, sebelumnya jumlah yang terdampak banjir sebanyak 120 KK dari 320 KK di desa tersebut. Namun kini jumlah yang terdampak bertambah menjadi 148 KK.  Karena sebelumnya debit air cukup tinggi mencapai 30-50 Cm, bahkan di beberapa RT ketinggian air mencapai 1 meter. 

"Untuk sore ini air mulai surut, tapi air masih menggenangi permukaan jalan dan sebagian juga lantai rumah warga, " ucapnya. 

Lanjutnya, seperti kantor desa setempat masih sekarang masih digenangi air begitu juga dengan fasilitas umum lainnya. Banjir yang melanda Desa Sungai Ubar Mandiri disebabkan oleh kiriman air dari hulu Sungai Ubar yang bermuara ke Sungai Cempaga.

"Kami berharap banjir ini segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas normal," harap Andereka Setiadi. (DEVIANA/H)