SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua Fraksi PKS-NasDem DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Suprianto, mengingatkan pentingnya penetapan target pendapatan daerah yang realistis dan kredibel untuk Tahun 2025.

Hal ini dinilai penting guna memastikan kebutuhan belanja daerah dapat terpenuhi secara optimal, mengingat tingginya kebutuhan anggaran untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat.

"Penetapan target-target pendapatan tahun 2025 harus dibuat dengan mempertimbangkan kredibilitas dan capaian yang realistis. Ini penting untuk membangun optimisme masyarakat dan dunia usaha di awal tahun mendatang," kata Suprianto, Minggu, 1 Desember 2024.

Menurutnya, pembangunan optimisme masyarakat dan dunia usaha merupakan langkah strategis untuk mendorong pergerakan ekonomi daerah yang lebih cepat. Dengan begitu, persoalan-persoalan sosial ekonomi, termasuk ketimpangan, dapat ditangani dengan lebih baik dan efektif.

Fraksi PKS-NasDem juga menekankan perlunya peningkatan sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk menggali potensi-potensi pendapatan daerah secara maksimal. Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam, peningkatan efisiensi anggaran, serta pengembangan investasi menjadi kunci utama dalam upaya tersebut.

"Kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menggerakkan roda ekonomi daerah. Selain itu, perlu juga ada langkah konkret untuk memastikan penggunaan anggaran yang efektif dan tepat sasaran," ujarnya.

Lanjutnya, Fraksi PKS-NasDem akan terus mengawasi proses perencanaan dan pelaksanaan anggaran daerah agar berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Dengan demikian, diharapkan seluruh program pembangunan yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat. Target pendapatan daerah yang kredibel adalah fondasi utama untuk mencapai tujuan tersebut," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)