BORNEONEWS, Palangka Raya - Sabtu, 30 November 2024, telah dilaksanakan Forum Discussion Group atau FGD mengenai penelitian Arboretum Universitas Sumatera Utara atau USU di Hotel Grandhika, mulai pukul 09.00 hingga 15.00.
FGD ini membahas penelitian konsorsium antara USU, Universitas Jambi, dan Wageningen University Research atau WUR yang merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kerjasama, Prof Poppy Anjelisa Hasibuan, ke Belanda pada 2023.
Melalui penelitian TALENTA skim Aliansi Internasional 2024, dengan Ketua Peneliti Arif Nuryawan, PhD, mengajukan proposal penelitian dengan judul “Arboretum of USU as the source of bio-energy, food and feed, herbal medicine, carbon stock, and creative economy (natural dyes and craft): mapping, classifying, identification, and calculation of the potency”. Penelitian ini melibatkan anggota tim yang terdiri dari Prof Rahmawaty, Dr Arida Susilowati, dan Dr Anita Zaitunah.
FGD ini mengumpulkan berbagai pihak terkait, termasuk pendiri Arboretum USU, Prof Abdul Rauf, peneliti dan pemerhati Arboretum USU di lingkungan Fakultas Kehutanan USU, wakil dari alumni Fakultas Kehutanan USU, mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau MBKM yang meneliti Arboretum USU, dosen pembimbing penelitian skripsi mahasiswa MBKM tentang Arboretum USU, pembimbing lapangan, serta wakil pejabat Fakultas Kehutanan USU yakni Wakil Dekan 2 dan 3.
Dalam FGD ini, dipresentasikan lima presentasi utama yakni State of the Art Penelitian Arboretum USU oleh Arif Nuryawan, Sejarah Arboretum USU oleh Prof Abdul Rauf, Arboretum USU dulu, sekarang, dan masa mendatang oleh Prof Rahmawaty, Pemanfaatan Arboretum USU di masa depan oleh Dr Pindi Patana, serta Penelitian Arboretum USU saat ini oleh Hardiansyah Tambunan.
Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi yang menghasilkan rekomendasi, antara lain perlunya pengelola tetap Arboretum USU, tata batas kawasan yang jelas, serta perizinan penelitian dan akses ke kawasan Arboretum USU yang perlu diperjelas dan dipertegas.
Setelah rehat ishoma, acara dilanjutkan dengan presentasi progress report dari empat mahasiswa MBKM.
Tema yang diangkat meliputi Arboretum USU dan produk kreatif oleh Erli yang dibimbing oleh Arif Nuryawan dan Dr Iwan Risnasari, Arboretum USU dan karbon stok oleh Wina Wardani yang dibimbing oleh Arif Nuryawan dan Dr Anita Zaitunah, Arboretum USU dan bioenergi oleh Marto Bondar yang dibimbing oleh Arif Nuryawan dan Dr Pindi Patana, serta Arboretum USU dan pangan hutan oleh Manna Simanjuntak yang dibimbing oleh Arif Nuryawan dan Dr Arida Susilowati.
Diskusi berjalan hangat, serius, dan konstruktif, dengan kontribusi dari berbagai pihak seperti Dr Samsuri, Dr Kansih Sri Hartini, dan Dr Nelly Anna.
Diskusi ini ditutup dengan penilaian mahasiswa MBKM oleh Novita Anggraini. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas penelitian Arboretum USU.
FGD ini ditutup oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Kehutanan USU, Prof Agus Purwoko, yang menyampaikan pentingnya data Arboretum yang detail.
"Data Arboretum yang lengkap dan akurat tidak hanya penting untuk publikasi, tetapi juga untuk menjadikan Arboretum sebagai etalase kampus Fakultas Kehutanan USU," ujarnya.
Dengan adanya data yang komprehensif, diharapkan Arboretum USU dapat menjadi pusat penelitian dan pendidikan yang unggul.
Dengan adanya kolaborasi internasional ini, diharapkan penelitian Arboretum USU dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang bioenergi, pangan, obat herbal, stok karbon, dan ekonomi kreatif.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung penelitian yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas," tutup Prof Agus Purwoko.(TESTI PRISCILLA/R)









