BORNEONEWS, Palangka Raya - Forum Discussion Group atau FGD mengenai penelitian Arboretum Universitas Sumatera Utara atau USU dilaksanakan di Hotel Grandhika, Setia Budi, Medan.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk dosen, peneliti, mahasiswa, dan pemerhati lingkungan. Prof Rahmawaty, salah satu narasumber dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Arboretum USU.
"Arboretum merupakan tempat yang kaya akan keanekaragaman hayati, dengan berbagai jenis pohon, tumbuhan, dan satwa yang lokasinya dekat dengan kampus Fakultas Kehutanan USU," kata Ketua Program Studi S2 dan S3 Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara ini.
Prof Rahmawaty menjelaskan bahwa keberadaan Arboretum USU menciptakan lingkungan belajar yang ideal untuk mahasiswa.
"Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang ideal untuk mahasiswa, di mana mereka dapat belajar langsung dari alam," tambahnya.
Arboretum ini tidak hanya menjadi tempat konservasi, tetapi juga sebagai sumber belajar yang berharga bagi mahasiswa.
Prof Rahmawaty menyebutkan bahwa Arboretum USU dapat berfungsi sebagai laboratorium alam terbuka.
"Arboretum juga dapat berfungsi sebagai laboratorium alam terbuka yang memungkinkan mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk melakukan eksperimen, observasi, dan penelitian lapangan," jelasnya.
Hal ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman ilmiah dan keterampilan praktis mereka.
Integrasi Arboretum USU dalam kurikulum pendidikan juga menjadi salah satu poin penting yang disampaikan oleh Prof Rahmawaty.
"Integrasi dalam kurikulum pendidikan dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Mahasiswa dapat memahami konsep-konsep teori dengan pengalaman praktis di lapangan," katanya.
Dengan demikian, mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang mereka pelajari di kelas ke dalam praktik nyata di lapangan.
Selain itu, Prof Rahmawaty juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam pengelolaan Arboretum USU.
"Kolaborasi antara dosen, peneliti, mahasiswa, dan pihak terkait lainnya sangat penting untuk menjaga dan mengembangkan Arboretum USU," ujarnya.
Dengan kerja sama yang baik, diharapkan Arboretum USU dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pendidikan dan penelitian. Dengan adanya FGD ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya
keanekaragaman hayati dan peran Arboretum USU dalam pendidikan dan penelitian.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Arboretum USU sebagai pusat penelitian dan pendidikan yang unggul," tutur Prof Rahmawaty.
Empat mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau MBKM Fakultas Kehutanan dalam FGD tersebut juga mempresentasikan perkembangan penelitiannya. Keempat mahasiswa tersebut adalah Erliani Simatupang, Wina Wardani, Marto Josua Bondar, dan Manna Mulia Nengsih Simanjuntak.
Mereka dibimbing oleh Arif Nuryawan, dengan pendamping masing-masing Dr Iwan Risnasari, Dr Anita Zaitunah, Dr Pindi Patana, dan Dr Arida Susilowati.(TESTI PRISCILLA/R)









