BORNEONEWS, Kasongan - Bupati Katingan Ahmad Yantenglie mewajibkan kepada para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat untuk menggunakan aplikasi WhatsApp.

Bahkan menurut orang nomor satu di Katingan ini, jika ia sudah memberikan surat edaran kepada para pejabat daerahnya terkait penggunaan What'sApp tersebut.

"Dalam surat edaran itu saya minta seluruh SKPD wajib memiliki WA, dan melaporkan kegiatannya setiap hari melalui WA itu. Sebab ini sebagai tindak lanjut kontrak kinerja yang telah ditandatangi di mana seluruh PNS wajib mengisi buku hariannya," kata Bupati Ahmad Yantenglie dalam pidatonya saat pelantikan pejabat pengawas setara eselon IV di Aula Kantor Ketahanan Pangan, Kamis (8/9/2016) sore.

Bupati Tenglie menuturkan kenapa harus secara elektronik menyampaikan laporan harian itu, sebab apa bila terlambat menyampaikan laporan pada pukul 00.00 Wib, maka laporannya akan terlambat satu hari. 

"Saya buat group di WA ini dengan para kepala SKPD itu tujuannya memudahkan koordinasi, dan mereka (kepala SKPD) juga harus melaporkan kegiatannya setiap hari kerja kepada saya melalui WA itu," tegasnya. 

Bahkan dirinya, aku Bupati Tenglie dalam beberapa waktu kemudian akan melakukan print out laporan harian para kepala SKPD ini.

Tujuannya ingin melihat kepala SKPD mana saja yang tidak melaporkan. Penggunaan aplikasi WA ini juga berlaku untuk bawahan kepala SKPD.

"Jadi dengan WA ini bisa terkontrol langsung, kalau dengan catatan di buku itu bisa direkap laporannya, tapi kalau melalui IT tidak mungkin terjadi sepeti itu, sebab tanggal, pukul dan harinya sudah tercantum secara otomatis,". 

Untuk itu Bupati Tenglie berharap kepada semua pejabat daerahnya untuk bisa membiasakan  laporannya melalui IT (teknologi informasi) ini.

"Gak apa-apa walau laporan yang ada kurang tersusun rapi. Yang penting kita membiasakan diri, sebab walau bagaimanapun teknologi akan terus berkembang. Dan tidak dapat dihindarkan lagi IT ini menjadi alat, termasuk bisnis," sebutnya.

Oleh sebab itu, imbuh Bupati Tenglie dalam nomenklatur yang baru nanti IT bakal dimasukkan dalam perangkat daerah.

"Nanti seluruh SKPD memiliki IT. Ada penanggungjawabnya nanti setingkat eselon IV, dan ini juga salah satu visi Kabupaten Katingan Terbuka, yaitu menguasai IT," ucapnya. 

Bupati mengakui masalah IT ini, daerahnya masih tertinggal jauh dari daerah lain. "Kalau mau jujur kita sudah tertinggal dengan daerah lain seperti DKI maupun Jabar, sebab mereka sudah banyak mengembangkan sistem IT ini. Oleh karena itu pejabat agar bisa mengembangkan penguasaan terhadap tupoksinya masing-masing," tutup orang nomor satu di Bumi Penyang Hinje Simpei ini. (ABDUL GOFUR/m)