SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Raudhatul Athfal (RA) Melati di Sampit mengenalkan proses demokrasi kepada anak-anak sejak dini melalui kegiatan simulasi pemungutan suara.

"Alhamdulillah, RA Melati melaksanakan kegiatan pemungutan suara beberapa waktu lalu. Tujuannya adalah mengenalkan kepada anak-anak bagaimana proses pemilihan pemimpin, seperti calon presiden dan wakil presiden, gubernur dan wakil gubernur, serta bupati dan wakil bupati," kata salah satu guru kelas RA Melati, Dessy Wardani, Senin, 2 Desember 2024.

Menurut Dessy, kegiatan ini dilakukan untuk mengajarkan kepada anak-anak cara memilih pemimpin secara mandiri. Anak-anak diajak untuk memahami pentingnya menghargai pilihan masing-masing individu tanpa adanya intervensi.

"Kami ingin anak-anak mengenal dan menghormati proses demokrasi. Dengan demikian, mereka dapat belajar untuk menjadi warga negara yang bijak dan bertanggung jawab sejak dini," tambahnya.

Simulasi ini dirancang menyerupai proses Pilkada yang sesungguhnya. Anak-anak diberikan kertas suara, mengisi pilihan di bilik suara, dan memasukkan kertas suara ke kotak suara. Siswa tidak hanya berperan sebagai pemilih tetapi juga menjadi KPPS.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak mengenai demokrasi dan pentingnya partisipasi aktif dalam memilih pemimpin.

"Melalui kegiatan ini, anak-anak juga belajar untuk menghargai hak suara orang lain dan memahami bahwa setiap pilihan adalah hal yang harus dihormati," ujarnya. 

Dessy berharap dengan pembelajaran demokrasi sejak dini, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang memahami pentingnya demokrasi, toleransi, dan tanggung jawab sosial.

Kegiatan seperti ini juga menjadi momen yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi siswa RA Melati. (DEWI PATMALASARI/R)