PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Salah satu pemikiran pemecahan masalah dalam pengembangan Kampus Bekala Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara atau USU adalah perlunya membentuk unit atau badan pengelola Arboretum USU.

Menurut Ketua Program Studi S2 dan S3 Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, Prof Rahmawaty, unit ini berfungsi khusus untuk mengelola, memelihara, dan mengembangkan Arboretum USU.

"Unit ini harus memiliki struktur organisasi yang jelas dan personil yang kompeten," ujarnya dalam Forum Discussion Group atau FGD mengenai penelitian Arboretum Universitas Sumatera Utara atau USU dilaksanakan di Hotel Grandhika, Setia Budi, Medan.

Pengelola Arboretum USU harus memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam kehutanan, ekologi, dan pengelolaan sumber daya alam.

"Mereka harus dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk pengelolaan dan pengembangan Arboretum USU," tambah Prof Rahmawaty.

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan Arboretum USU. Melibatkan pihak berwenang dan instansi pemerintah terkait juga sangat penting.

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta Unit Pelaksana Teknis yang ada di Sumatera Utara, seperti BPDAS Wampu Sei Ular, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta dinas lainnya yang relevan, dapat memberikan dukungan berupa in kind maupun in cash," jelas Prof Rahmawaty.

Dukungan ini diperlukan untuk pengelolaan dan pengembangan Arboretum USU.
Partisipasi aktif mahasiswa dan dosen dalam pengelolaan Arboretum USU juga harus didorong.

"Mahasiswa dan dosen dapat terlibat dalam kegiatan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan penelitian," kata Prof Rahmawaty.

Keterlibatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Fakultas Kehutanan USU. Prof Rahmawaty menekankan pentingnya menyusun rencana jangka panjang pengelolaan Arboretum USU.

"Rencana ini harus mencakup tujuan, strategi pengelolaan, dan pemeliharaan ekosistem Arboretum USU," ujarnya.

Rencana ini juga harus mencakup upaya keberlanjutan untuk memastikan bahwa Arboretum USU dapat terus memberikan manfaat jangka panjang.

Penerapan sistem pemantauan dan evaluasi yang teratur juga penting untuk mengukur keberhasilan pengelolaan Arboretum USU.

"Sistem ini akan membantu dalam membuat perbaikan yang diperlukan," tambah Prof Rahmawaty.
Dengan pemantauan dan evaluasi yang baik, diharapkan pengelolaan Arboretum USU dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Dengan adanya unit pengelola yang kompeten dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Arboretum USU dapat menjadi pusat penelitian dan pendidikan yang unggul.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Arboretum USU sebagai pusat penelitian dan pendidikan yang unggul," tutup Prof Rahmawaty.(TESTI PRISCILLA/R)