BORNEONEWS, Palangka Raya - Banjir kembali melanda beberapa wilayah di Kota Palangka Raya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya terus memantau perkembangan situasi dan melakukan peninjauan ke lokasi-lokasi yang terdampak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi memberikan keterangan langsung dari lapangan mengenai kondisi terkini.
"Salah satu titik yang menjadi fokus pemantauan adalah Jalan Pelatuk 5 di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya. Di lokasi ini, ketinggian air tercatat mencapai 57 sentimeter di atas badan jalan," kata Heri Fauzi, Senin, 2 Desember 2024.
Meskipun demikian, aktivitas warga di sekitar Jalan Pelatuk 5 dilaporkan masih berjalan normal. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Pelatuk 6 dan 7, dengan ketinggian air yang sama, namun genangan air sepanjang 100 meter membuat warga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas.
Situasi yang berbeda terjadi di Jalan Mendawai Ujung hingga Jalan Anoi, juga di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya.
Ketinggian air di wilayah ini bervariasi, antara 5 hingga 35 sentimeter di atas badan jalan, dengan genangan air yang cukup panjang, mencapai satu kilometer. Akibatnya, warga di sepanjang ruas jalan ini juga menggunakan perahu sebagai alat transportasi.
Sementara itu, di Jalan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, ketinggian air terukur 357 sentimeter dari dasar Sungai Kahayan. Berbeda dengan lokasi sebelumnya, aktivitas warga di daerah ini dilaporkan masih berjalan normal.
Kondisi yang perlu diwaspadai juga terjadi di Jalan Danau Rangas Ujung, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.
Di sini, air telah menggenangi rumah warga hingga ketinggian 7 sentimeter, sementara genangan di jalan mencapai 35 sentimeter di atas permukaan jalan. Meskipun demikian, aktivitas warga di wilayah ini juga masih terpantau normal.
Di Jalan Petuk Katimpun, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, ketinggian air mencapai 29 sentimeter di beberapa rumah warga, dan 46 sentimeter di atas badan jalan, menunjukan peningkatan 9 sentimeter dari sebelumnya.
"BPBD Palangka Raya terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi peningkatan debit air," pungkasnya. (PATHUR/R)









