BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terdapat berbagai hal teknis yang juga perlu diperhatikan oleh para peserta yang bakal mengikuti Pawai Nasi Adab, agenda tahunan dalam rangkaian peringatan HUT ke 65 Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang rencananya bakal digelar 7 Desember 2024.
Sekda Kobar Rody Iskandar, Senin, 2 Desember 2024 menjelaskan setiap peserta pawai wajib mengikuti pawai dari start sampai finish.
"Setiap peserta pawai wajib menunjuk 1 orang koordinator lapangan untuk menyampaikan nama peserta kepada panitia sebelum melewati panggung kehormatan," jelas Sekda.
Sekda mengatakan juri perlombaan atau tim penilai peserta pawai berada di 3 titik, yaitu start, pertengahan rute pawai dan finish.
"Jenis perlombaan ada 2 kategori yaitu Pawai dan Nasi Adab. Untuk Nasi Adab asli terbuat dari nasi/ ketan disimpan dalam piring dihiasi telor, dilengkapi dengan inti, bendera serai dan disiapkan sendok untuk dirasa oleh juri sebagai penilai dan di belakang piring nasi adab ditulis nama instansi, sekolah asal peserta," jelas Sekda.
Sekda juga menjelaskan apa saja yang menjadi penilaian para dewan juri dalam menilai para peserta
"Untuk peserta kategori nasi adab, hal yang dinilai adalah kerapian, kekompakan, keseragaman, kedisiplinan, kreatifitas dan inovasi. Sedangkan untuk kategori Nasi Adab hal yang menjadi penilaian adalah rasa, higenis dan kelengkapan standar nasi adab secara umum serta kreatifitas tumpeng," jelas Sekda.
Sekda mengharapkan biaya bahan yang digunakan peserta untuk membuat Nasi Adab maksimal adalah Rp 1.500.000 dan ditanggung oleh peserta.
"Kategori penilaian peserta untuk tingkat pelajar disesuaikan dengan jenjang sekolah. Start perlombaan pawai didepan Kodim Pangkalan Bun dan finish di Lapangan Tarmili. Nomor urut peserta disiapkan oleh panitia dan diserahkan ketika start. Kemudian pendaftaran pawai tidak dipungut biaya atau gratis," jelas Sekda. (WAHYU KRIDA/j)









