SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat telah terjadi 39 kebakaran bangunan sepanjang Januari hingga November 2024. Selain itu, terdapat pula 26 kasus kebakaran lahan dan semak belukar.

"Meningkatnya kejadian kebakaran ini tidak lepas dari pertumbuhan penduduk yang diiringi dengan bertambahnya perumahan, permukiman, serta fasilitas gedung untuk perkantoran dan perdagangan," kata Bupati Kotim Halikinnor, Senin, 2 Desember 2024

Sayangnya, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, serta jumlah personel yang memadai.

Lanjutnya, Kotim memiliki luas wilayah yang besar, namun fasilitas pemadam kebakaran masih terbatas. Sehingga pentingnya kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran untuk merespons setiap kejadian dengan cepat dan efektif.

Sebagai langkah mitigasi, Pemkab Kotim menggelar latihan dan simulasi gabungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kemampuan teknis petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi situasi darurat.

"Simulasi ini penting untuk memastikan kesiapan petugas dalam merespons kebakaran, terutama di wilayah dengan potensi risiko tinggi," ujarnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkab Kotim berharap dapat meminimalkan dampak kebakaran, baik pada bangunan, lahan, maupun lingkungan, sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga. (DEWI PATMALASARI/j)