BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024 yang berlangsung di Palangka Raya pada 29 November 2024 lalu Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang, mewakili Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, menyampaikan pandangannya mengenai tema "Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional". Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku industri, dan akademisi, yang bersama-sama membahas tantangan dan peluang ekonomi di tahun mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bank Indonesia menyampaikan prediksi perekonomian dunia tahun 2025. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan melambat, dengan pertumbuhan ekonomi China berada di kisaran 4,6-4,7 persen. Selain itu, nilai dolar AS diprediksi akan menguat, dan investasi di Amerika Serikat diperkirakan akan meningkat. Kondisi ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap perekonomian negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Rawing Rambang menekankan bahwa sinergi antara semua pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan ekonomi global ini.
"Kita perlu bekerja sama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memastikan transformasi ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya kepada Borneonews pada Senin, 2 Desember 2024.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif.
Pemerintah Indonesia telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sekitar 5,2 persen dengan tingkat inflasi sebesar 2,5 persen. Proyeksi ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
"Pencapaian target ini memerlukan upaya bersama dari semua pihak, termasuk sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian Kalimantan Tengah," tambah Rawing.
Dalam diskusi tersebut, berbagai strategi dibahas untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional. Salah satu fokus utama adalah peningkatan investasi domestik dan asing, serta penguatan sektor-sektor strategis seperti pertanian, manufaktur, dan teknologi. Rawing Rambang juga menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung transformasi ekonomi.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus bersinergi dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Semua pihak sepakat bahwa dengan kerja sama yang erat, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (TESTI PRISCILLA/j)









