BORNEONEWS, Pulang Pisau - PT Menteng Kencana Mas (SSMS Group) kembali menggelar pelatihan mitigasi kebakaran usia dini yang berlangsung di SMAN 2 Maliku Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau.
Assistant Manager corporate social responsibility Alsa Lowtogana mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk mempersiapkan anak agar dapat menghadapi bencana kebakaran dengan tenang dan cepat.
“Pelatihan ini juga bertujuan mengajarkan tentang penyebab kebakaran, mengenali tanda-tanda awal kebakaran dan mengajarkan tentang cara menggunakan alat pemadam kebakaran,” katanya didampingi Assistant Sustainability Rizky Prayoga, dan Korpamwas Sukiman.
Mengajarkan tentang cara melakukan evakuasi yang aman, membantu anak memahami langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi kebakaran Selain itu, pelatihan mitigasi kebakaran juga dapat membantu anak menghindari trauma dan meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran.
Ia menjelaskan bahwa kebakaran merupakan bencana yang sering terjadi dan dapat menimbulkan kerugian besar, termasuk mengancam nyawa. Karena itu penting bagi anak-anak untuk bisa memahami cara-cara menghindari kebakaran bisa terjadi.
“Tak bisa dipungkiri terkadang anak-anak belum dapat membedakan mana hal yang bisa memicu sebuah bencana. Terkadang tanpa mereka sadari, permainan Dan kegiatan sehari hari yang mereka lakukan bisa saja memicu terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Oleh karena itu, kehadiran pihaknya melalui program tersebut untuk mengajarkan bagaimana langkah antisipasi apabila terjadinya kebakaran. Di antaranya mengenali tanda-tanda awal adanya kebakaran.
Kemudian alat apa saja yang digunakan untuk melakukan pemadaman api ketika muncul. Selanjutnya adalah proses untuk evakuasi adanya korban. Termasuk pemindahan beberapa barang yang terbakar.
“Dalam pembelajarannya, anak-anak belajar tentang cara mencegah kebakaran serta praktik penggunaan Alat Apar. Mereka juga akan diajarkan cara menjaga lingkungan dan bersikap hati-hati dengan peralatan listrik, api, dan bahan yang mudah terbakar,” ucapnya.
Sementara itu Manager umum Fernando Simanjuntak menambahkan bahwa program tersebut merupakan pilar lingkungan dan pendidikan dan merupakan langkah konkrit pihaknya dalam turut serta melakukan upaya pencegahan terjadinya kebakaran.
“Hadirnya kita melalui program itu yang merupakan mandatory tanggung jawab sosial dan lingkungan berdasarkan iso 26000 dan sustainable development goals. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa membawa dampak positif kemudian hari,” tandasnya. (Ahm)









