PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pakar hukum kehutanan Dr Sadino menegaskan pentingnya keberlanjutan sektor sawit bagi perekonomian nasional.

"Kalau kita tidak berpihak kepada sawit, kalau kita mau matikan sawit, ayo kita matikan bersama kalau sudah ada substitusinya. Kalau tidak ada substitusinya, kasian lah masyarakat kita," kata Dr Sadino, Senin, 2 Desember 2024.

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran akan dampak negatif jika kelapa sawit dihentikan tanpa adanya alternatif yang jelas.

Dr Sadino menjelaskan bahwa kelapa sawit telah menjadi bagian integral dari perekonomian Indonesia selama lebih dari satu abad. "Kalau kita mau gantikan sawit dengan batu bara, batu bara juga akan habis. Nikel katanya, hanya bertahan 11 tahun. Sedangkan sawit sudah bertahan selama 113 tahun," ujarnya.

Menurutnya, kelapa sawit telah terbukti sebagai sumber daya yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi besar bagi bangsa ini.

Lebih lanjut, Dr Sadino menekankan bahwa kelapa sawit memiliki keunggulan dalam hal keberlanjutan dibandingkan dengan sumber daya alam lainnya.

"Kalau kita bicara tentang sustainability maka ini terbukti. Sudah 113 tahun tetapi masih berkontribusinya sangat besar bagi bangsa ini, harusnya dalam ilmu sustainability tidak perlu diperdebatkan sudah ini," tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kelapa sawit memiliki potensi untuk terus memberikan manfaat jangka panjang.

Dr Sadino juga mengingatkan bahwa menggantikan kelapa sawit dengan sumber daya lain seperti batu bara atau nikel bukanlah solusi yang tepat.

"Batu bara juga akan habis. Nikel katanya, hanya bertahan 11 tahun," jelasnya.

Menurutnya, kelapa sawit memiliki keunggulan dalam hal keberlanjutan dan ketersediaan yang lebih lama dibandingkan dengan sumber daya alam lainnya.

Untuk itu, Sadino menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit.

"Kita harus bersama-sama mendukung industri kelapa sawit agar tetap berkontribusi bagi perekonomian nasional," katanya.

Dukungan ini diperlukan untuk memastikan bahwa kelapa sawit dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Sadino juga menekankan pentingnya inovasi dan penelitian dalam mengembangkan industri kelapa sawit.

"Kita perlu terus melakukan inovasi dan penelitian untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan kelapa sawit," ujarnya.

Dengan demikian, kelapa sawit dapat terus menjadi sumber daya yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.

Lebih lanjut, Dr Sadino mengajak para pelaku industri kelapa sawit untuk terus meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi.

"Kita harus terus berupaya meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi kelapa sawit agar dapat bersaing di pasar global," tambahnya.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa kelapa sawit tetap menjadi komoditas yang kompetitif dan berkelanjutan.

Dr Sadino juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan dalam pengelolaan kelapa sawit.

"Kita harus memastikan bahwa pengelolaan kelapa sawit dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan," katanya.

Dengan menjaga lingkungan, kelapa sawit dapat terus memberikan manfaat tanpa merusak ekosistem.

Selain itu, Dr Sadino mengajak masyarakat untuk lebih memahami manfaat kelapa sawit.

"Masyarakat perlu lebih memahami manfaat kelapa sawit bagi perekonomian dan lingkungan," ujarnya.

Edukasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap industri kelapa sawit.

Dr Sadino juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kelapa sawit.

"Kerjasama antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan kelapa sawit," katanya.

Dengan kerjasama yang baik, kelapa sawit dapat terus memberikan manfaat bagi semua pihak.

Lebih lanjut, Dr Sadino mengajak para peneliti untuk terus melakukan penelitian mengenai kelapa sawit.

"Penelitian mengenai kelapa sawit sangat penting untuk menemukan cara-cara baru dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan," ujarnya.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif bagi industri kelapa sawit.

Dr Sadino juga mengingatkan bahwa kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

"Kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian dan lingkungan," katanya.

Dengan pengelolaan yang baik, kelapa sawit dapat terus menjadi sumber daya yang berkelanjutan.

Dengan adanya dukungan dan kerjasama dari semua pihak, Dr Sadino optimis bahwa kelapa sawit dapat terus memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.

"Saya yakin dengan dukungan dan kerjasama dari semua pihak, kelapa sawit dapat terus memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia," tuturnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang menjelaskan bahwa kelapa sawit adalah komoditi yang sangat berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

"Komoditi ini memiliki 4 Fungsi utama yaitu ketahanan pangan atau food security, berupa minyak goreng, mentega, coklat. Lalu ketahanan energy atau energy security misalnya biodisel. Ketiga, ketahanan ekonomi atau economic security mampu mendatangkan devisa, menyerap tenaga kerja yang banyak. Keempat ialah ketahanan lingkungan atau enviromental security," jelas Rawing.

Komoditi sawit ini menurut mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng ini bisa dikembangkan di lahan-lahan kritis atau lahan yang bisa diperbaiki kesuburannya (upgradeable land).

"Selain itu jelas kelapa sawit adalah komoditi yang sustainable, yang berkelanjutan, sehingga bisa dilakukan secara diperbaharui renewable resource," terang Rawing. (TESTI PRISCILLA/j)