SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, memprioritaskan keselamatan petugas pemadam kebakaran dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat). Anggaran ini mencakup kebutuhan APD dan penggantian peralatan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Kita anggarkan Rp1,5 miliar, di mana Rp1,3 miliar untuk APD Disdamkarmat dan Rp200 juta untuk BPBD. Langkah ini diambil demi keselamatan petugas yang berada di garda terdepan dalam penanganan kebakaran," kata Halikinnor, Senin, 2 Desember 2024.

Keputusan menggeser anggaran tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan pelatihan pemadaman tim gabungan di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim. 

Saat itu ia menanyakan kebutuhan peralatan kepada Plt Kepala Disdamkarmat Kotim Atimaraahini. Sehingga mengetahui kebutuhan APD yang masih sangat kurang di dinas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat tersebut. 

"Tadi disampaikan sebanyak 30 petugas membutuhkan masing-masing 4 set APD, sehingga totalnya mencapai Rp1,3 miliar. Kemudian saya mendengar di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada perahu karet tidak layang yang kuta pakai di Hanjalipan kemarin, kita geser Rp200 juta untuk BPBD," ujarnya. 

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung keselamatan petugas pemadam kebakaran, terutama saat menghadapi kebakaran bangunan maupun kebakaran hutan dan lahan.

Dalam kondisi keterbatasan anggaran, ia menegaskan alokasi untuk keselamatan petugas lebih penting dibandingkan kebutuhan lain. 

"Lebih baik kita mengorbankan perjalanan dinas daripada mengabaikan keselamatan petugas pemadam kebakaran. Kta tahu suasana di lokasi kebakaran sangat berbeda. Jangan sampai petugas yang berjuang memadamkan api justru menjadi korban karena peralatan perlindungan yang tidak memadai," tambahnya.

Halikinnor berharap dengan pengadaan APD yang memadai, petugas dapat bekerja lebih aman dan efektif dalam menghadapi risiko kebakaran, baik di permukiman, fasilitas umum, maupun hutan dan lahan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Kotim untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam menangani bencana kebakaran yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Dengan pengadaan APD, Pemkab Kotim berharap dapat meminimalkan risiko kecelakaan di lapangan serta meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran. (DEWI PATMALASARI/j)