KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas di wilayah Kabupaten Kapuas dengan tujuan mengevaluasi pelaksanaan program dan meningkatkan kualitas layanan skrining SHK.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, yang membacakan sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan, dr. Tonun Irawaty Panjaitan. 

Tonun menegaskan pentingnya skrining SHK untuk mendeteksi gangguan tiroid pada bayi sejak dini. 

"Skrining Hipotiroid Kongenital merupakan salah satu program penting untuk memastikan bayi baru lahir terhindar dari gangguan tiroid yang dapat memengaruhi tumbuh kembang mereka. Melalui rapat ini, diharapkan Puskesmas dapat lebih optimal melaksanakan program tersebut," ujarnya, Senin, 2 Desember 2024.

Rapat ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas Puskesmas dalam melaksanakan skrining SHK secara efektif dan efisien. 

Para peserta diberi kesempatan berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program di lapangan.

Melalui koordinasi dan evaluasi yang lebih baik, Dinas Kesehatan berharap pelaksanaan program skrining SHK di Kabupaten Kapuas dapat berjalan lebih optimal. 

"Langkah ini merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam deteksi dini gangguan kesehatan pada anak," pungkasnya. (DODI/j)