SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menekankan pentingnya pembentukan sektor baru di wilayah rawan kebakaran dan padat penduduk. Hal ini sesuai dengan visi misi bupati dan wakil bupati untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pencegahan kebakaran di seluruh kecamatan.

"Saya ingatkan kembali kepada PLT Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim untuk menginventarisir wilayah rawan kebakaran dan padat penduduk. Perencanaan ini harus mulai disiapkan pada perubahan anggaran 2025," kata Halikinnor, Kamis, Senin, 2 Desember 2024.

Disdamkarmat Kotim juga harus berkoordinasi dengan Camat untuk penempatan bangunan sektor pemadam kebakaran. Karena ke depan dirinya akan melakukan pengadaan 1 unit mobil pemadam kebakaran di wilayah rawan beserta petugasnya.

Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk mengurangi dampak kebakaran, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota seperti Kecamatan Kota Besi. Ia sangat prihatin di wilayah tersebut bahkan dalam bulan September mengalami dua kebakaran yang menghanguskan rumah warga. 

"Atau sektor yang kemungkinan bisa kita kembangkan dengan relawan, minimal peralatannya lengkap. Sehingga jika pemadam dari dinas terlambat paling tidak ada upaya pencegahan. Karena wilayah mereka cukup jauh dari kota, jika menunggu petugas di Sampit akan terlambat penanganan," pungkasnya. 

--page

PLT Kepala Disdamkarmat Kotim, Atimaraahini, menyampaikan bahwa saat ini sudah ada lima sektor yang beroperasi, yakni di Cempaga Hulu, Parenggean, Telawang, Samuda, dan Eka Bahurui.

"Mulai 1 November 2024, kami juga telah menempatkan satu unit pemadam kebakaran di Kota Besi (Kobes), mengingat pada September lalu terjadi beberapa kali kebakaran di wilayah tersebut," ujar Atimaraahini.

Pihaknya juga telah merencanakan pembentukan sektor baru di Kecamatan Seranau, yang populasinya terus meningkat. "Kami akan mengusulkan pembentukan sektor ini secara bertahap, sesuai dengan persetujuan tim anggaran. Penambahan sektor juga akan disertai pengadaan mobil pemadam dan peralatan yang memadai," katanya. (DEWI PATMALASARI/Y)