BORNEONEWS, Sampit – Warganet di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meluapkan rasa kecewa dan kecaman terhadap tindakan oknum guru yang mengeluarkan seorang siswa saat ujian penilaian sumatif akhir hanya karena masalah rambut. Peristiwa tersebut mencuat setelah orang tua siswa mengunggah keluhan di media sosial yang menjadi viral.
Unggahan tersebut diposting melalui akun Facebook Omeh Abizar mengunggah keluhan yang menyayangkan perlakuan guru terhadap anaknya. Akun tersebut juga menyebut Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, berharap mendapatkan perhatian dan keadilan.
Berikut tulisan postingan tersebut:
Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur
Prapti Budiastuti
Sungguh tidak adil,cuma gara2 rambut seperti ini,malah di keluarkan gak boleh ikut ulangan..
Kalo pun iya peraturan sekolah harus pendek kaya tentara..harus nya jgn di keluarkan
Cukup beri tau org tua nya
Aku tidak pernah Tunggak bayar komite atau sumbangan2 sekolah...anak ku pun Alhamdulillah tidak makan
Dan aneh nya,ada anak yg rambut nya lebih brantakan tp bisa z ikut ulangan..
Kecewa sangat2 kecewa,sampai gemetar badang menahan kekecewaan
#jangkauanluas
#semuaorg
#pengikut
#dinaspendidikan
Postingan tersebut memicu berbagai reaksi darwarganet. Bahkan saat berita ini ditulis telah mencapai 58 suka dan 41 komentar. Rata-rata komentar tersebut mengecam tindakan guru karena dari sejumlah foto yang turut diunggah nampak rambut siswa dinilai warganet rapi.
Akun Ziy Jha Ghin mengomentari unggahan tersebut dan mengeluhkan kasus serupa menimpa anaknya:
Ya am anak gtd di keluarkan jua gara2 rambut pdhl sudah pendek... Seharusnya klo di hukum tu gin ada waktu dan tempat nya jangan pas ulangan anak2 tu ada hak nya dpt pendidikan 2 nilai ulangan klo kya ini kaya apa dk dpt nilai.. Bolah di hukum tp pendidikan nya harus tetap jalan ni kda seharian di luar kda boleh lalu umpat ulangan kaya apa pina nya
Sementara itu akun Maulidia Smw menilai rambut siswa tersebut rapi dan meminta dinas terkait segera menindaklanjuti:
Kenapa rambutnya kak? Maka rapi z. Langsung Pian ke dinas pendidikan z ka melapor. Amun dari sekolah Kedida respon. Dinas pendidikan Alhamdulillah lakas responnya bila ada pengaduan. Amun sekedar lewat medsos bisa kda tapi sampai ke dinasnya ka. Mudah-mudahan lakas selesai ka lah masalahnya
Kemudian akun Heny Podomoro mengutarakan keprihatinannya:
Turut prihatin dgn kejadian ini,, kurang bijak seorang guru demi kata disiplin
Seharusnya toleransi Krn ini kondisi ujian pertama,,kasian anak Pian sdh belajar semalaman tapi ga bisa mengikuti ujian
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, menanggapi keluhan ini dan mengonfirmasi kejadian tersebut terjadi di salah satu sekolah di Kecamatan Baamang. Pihaknya sedang melakukan penyelidikan di sekolah terkait untuk memahami kronologi kejadian.
“Kami menerima informasi awal dari postingan media sosial dan sedang melakukan penelusuran. Tim kami sudah turun langsung ke sekolah untuk memverifikasi dan menggali keterangan dari guru, pihak sekolah, serta siswa,” ujar Irfansyah, Senin, 2 Desember 2024. (DEWI PATMALASARI/j)









