PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami deflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,16 persen pada November 2024. Indeks harga konsumen atau IHK untuk kelompok ini menurun dari 101,39 pada November 2023 menjadi 101,06 pada November 2024.

"Penurunan ini menunjukkan adanya penurunan harga pada beberapa komoditas penting," ujar Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti  bersama Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra atau Pemkesra Setda Provinsi Kalteng, Maskur menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 2 Desember 2024.

Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y tertinggi adalah subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan penurunan sebesar 1,10 persen.

"Penurunan harga pada subkelompok ini memberikan kontribusi signifikan terhadap deflasi keseluruhan kelompok," tambah Agnes.

Sementara itu, subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi adalah sewa dan kontrak rumah dengan kenaikan sebesar 0,65 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga pada November 2024 memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 0,05 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y adalah bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen, serta semen dan seng masing-masing sebesar 0,01 persen," jelas Agnes.

Ia menambahkan bahwa penurunan harga pada komoditas-komoditas ini berkontribusi signifikan terhadap deflasi kelompok.

Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y adalah sewa rumah sebesar 0,03 persen.

"Kenaikan harga sewa rumah memberikan kontribusi terhadap inflasi dalam kelompok ini," kata Agnes lagi.

Meskipun demikian, kontribusi inflasi dari komoditas ini tidak cukup besar untuk mengimbangi deflasi yang terjadi pada komoditas lainnya.

Pada November 2024, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil inflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 0,03 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m adalah bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen dan sewa rumah sebesar 0,01 persen," ujar Agnes.

Hal ini menunjukkan adanya kenaikan harga pada komoditas-komoditas tersebut dalam jangka pendek. Dengan adanya laporan ini, diharapkan masyarakat Kalimantan Tengah semakin memahami dinamika harga dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. (TESTI PRISCILLA/j)