PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam Forum Discussion Group atau FGD mengenai penelitian Arboretum Universitas Sumatera Utara atau USU dilaksanakan di Hotel Grandhika, Setia Budi, Medan, Prof Rahmawaty menyampaikan pentingnya pengelolaan Arboretum Universitas Sumatera Utara atau USU sebagai bagian dari pengembangan Kampus Bekala Fakultas Kehutanan USU.

Prof Rahmawaty menekankan pentingnya evaluasi kondisi Arboretum saat ini dan menganalisis kebutuhan serta masalah utama yang perlu diatasi.

"Evaluasi ini akan membantu dalam merumuskan strategi pengelolaan yang efektif," kata Ketua Program Studi S2 dan S3 Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, Prof Rahmawaty pada Senin, 2 Desember 2024.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang kondisi Arboretum, langkah-langkah yang tepat dapat diambil untuk mengoptimalkan pengelolaannya.

Mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak juga menjadi fokus utama.

"Kerjasama dengan lembaga pemerintah, LSM lingkungan, atau lembaga eksternal yang memiliki keahlian dalam pengelolaan hutan dan ekosistem sangat penting," jelas Prof Rahmawaty.

Partisipasi aktif mahasiswa dan dosen dalam pengelolaan Arboretum USU juga harus didorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

Prof Rahmawaty juga menyoroti perlunya mencari sumber daya keuangan tambahan melalui hibah, donasi, atau program pengembangan keberlanjutan.

"Mengidentifikasi sumber dana tambahan seperti hibah, kerja sama dengan sektor swasta, atau donasi sangat penting untuk mendukung pemeliharaan dan pengembangan Arboretum USU," katanya.

Rencana keuangan jangka panjang yang memasukkan pembiayaan untuk Arboretum USU sebagai prioritas dalam anggaran kampus juga perlu disusun.

Selain itu, Prof Rahmawaty menekankan pentingnya membuat rencana pengelolaan Arboretum USU yang berkelanjutan, khususnya kegiatan terkait tridharma perguruan tinggi.

"Rencana ini harus mencakup tujuan, strategi pengelolaan, dan pemeliharaan ekosistem Arboretum USU," ujarnya.

Dengan rencana yang jelas, keberlanjutan Arboretum USU dapat terjamin dan memberikan manfaat jangka panjang.

Melibatkan masyarakat setempat dalam pengelolaan Arboretum USU juga menjadi salah satu solusi yang diusulkan.

"Partisipasi masyarakat setempat sangat penting untuk memastikan bahwa keberlanjutan Arboretum USU juga memberikan manfaat bagi mereka," tutur Prof Rahmawaty.

Dengan kerjasama yang baik antara berbagai pihak, diharapkan Arboretum USU dapat menjadi pusat penelitian dan pendidikan yang unggul. (TESTI PRISCILLA/j)