MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Syaufi (48), seorang warga Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, merasakan langsung manfaat dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sebagai kepala keluarga dengan penghasilan tidak menentu, ia merasa sangat terbantu oleh iuran yang dibayarkan pemerintah, yang mengurangi beban biaya kesehatan saat dirinya sakit.

“Sejak 2014, saya terdaftar dalam program ini. Beberapa kali menjalani perawatan, operasi, hingga kontrol kesehatan rutin, semua tanpa biaya alias gratis,” ujar Syaufi, Senin (2/12/2024).

Kisah Syaufi dimulai pada Maret 2018, ketika ia tiba-tiba terserang serangan jantung dan dibawa ke IGD RSUD Muara Teweh. Setelah menjalani perawatan awal, ia dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya untuk perawatan lebih lanjut dan menjalani rawat inap beberapa hari.

“Dokter bilang saya harus segera menjalani operasi pemasangan ring di jantung. Saat itu, saya bekerja sebagai buruh bangunan. Bayangkan, kalau tidak ada JKN, dari mana saya bisa bayar biaya operasi?” cerita Syaufi.

Setelah operasi, Syaufi harus rutin mengonsumsi obat jantung, dan hingga kini, berkat program Rujuk Balik (PRB), ia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa biaya tambahan.

“Dua tahun terakhir, saya tak bisa lagi bekerja berat karena kondisi kesehatan. Saya kini berjualan di depan rumah untuk mencari nafkah. Kalau harus membayar obat tiap bulan, pasti berat. JKN memberikan harapan agar saya bisa bertahan,” tambah Syaufi.

Syaufi juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan sesama peserta JKN yang telah mendukung program ini.

“Terima kasih atas kepedulian pemerintah dan peserta JKN lainnya. Harapan saya, program ini terus ada untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (RAMADHANI)