BORNEONEWS, Palangka Raya - Musuh utama stabilitas ekonomi, inflasi, tak hanya bergantung pada faktor makro ekonomi semata. Pola konsumsi masyarakat juga memegang peranan penting, bahkan menjadi kunci dalam pengendalian inflasi, seperti yang terlihat di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Pengamat Ekonomi di Palangka Raya Fitria Husnatarina mengatakan, pengelolaan data statistik kebutuhan pasar menjadi langkah penting dalam mengantisipasi lonjakan harga. Namun, di luar faktor penawaran dan rantai pasokan komoditas, perilaku konsumen juga turut menentukan.
"Inflasi adalah efek domino dari aktivitas manusia. Pola konsumsi masyarakat, baik yang dominan maupun biasa saja, berpengaruh signifikan terhadap peningkatan harga barang," katanya, Selasa, 3 Desember 2024.
Menurut Fitria, perilaku belanja masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, menunjukkan permintaan yang fluktuatif dapat menyebabkan harga melambung dan ketersediaan barang terbatas. Ketepatan waktu dan jumlah pembelian pun menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
"Penanganan inflasi tak hanya dari sisi pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat juga sangat krusial. Masyarakat bisa mulai dengan memenuhi kebutuhan sendiri, misalnya menyediakan bahan makanan di rumah secara mandiri. Ini berlaku juga untuk kebutuhan lainnya," imbuhnya.
Lebih jauh, Fitria juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak berbelanja melebihi daya beli. Membangun perubahan pola beli dan pola konsumsi adalah kunci jangka panjang untuk mengendalikan inflasi.
"Inflasi tetap menjadi indikator penting bagi geliat ekonomi, namun pengendaliannya membutuhkan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/j)









