SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Marudin, menyatakan dukungannya terhadap pergeseran anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, langkah ini merupakan kebijakan yang sangat tepat untuk mendukung keselamatan para petugas yang kerap berjibaku dengan risiko tinggi di lapangan.

“Kebutuhan APD ini sangat penting bagi keselamatan para petugas pemadam kebakaran yang setiap saat menghadapi bahaya ketika menjalankan tugas,” ujar Marudin, Selasa, 3 Desember 2024.

Marudin menekankan, keselamatan para petugas pemadam kebakaran harus menjadi prioritas utama. Tanpa perlengkapan yang memadai, risiko cedera atau bahkan kehilangan nyawa bisa meningkat saat menghadapi situasi darurat.

“Para petugas pemadam kebakaran adalah ‘ksatria’ yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi masyarakat. Oleh karena itu, dukungan dalam bentuk perlengkapan yang layak adalah hal yang wajib diberikan,” katanya.

Lanjutnya, dirinya terus mendorong peningkatan fasilitas dan dukungan terhadap Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim. Langkah ini tidak hanya untuk mendukung petugas di lapangan tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik di bidang penanggulangan bencana.

“Kami berharap pengadaan APD ini dapat terealisasi dengan cepat dan sesuai kebutuhan. Hal ini juga merupakan bentuk apresiasi kita kepada para petugas yang telah bekerja keras melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran,” tambahnya.

Marudin juga mengingatkan bahwa penguatan fasilitas dan perlengkapan damkar harus menjadi program yang berkelanjutan. Selain pengadaan APD, perlu ada peningkatan pelatihan bagi petugas serta penambahan pos sektor di wilayah yang rawan kebakaran.

“Kami dari DPRD akan terus mengawal agar kebutuhan damkar, termasuk APD dan fasilitas pendukung lainnya, dapat terpenuhi. Dengan begitu, petugas kita dapat bekerja dengan lebih aman dan efisien,” pungkasnya.

Adapun sebelumnya, Bupati Kotim Halikinnor secara sepontan menginstruksikan pergeseran anggaran Rp1,5 miliar setelah mendengar petugas Damkar kekurangan APD. 

"Tadi disampaikan sebanyak 30 petugas membutuhkan masing-masing 4 set APD, sehingga totalnya mencapai Rp1,3 miliar. Kemudian saya mendengar di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada perahu karet tidak layang yang kita pakai di Hanjalipan kemarin, kita geser Rp200 juta untuk BPBD," kata Halikinnor. 

Dalam kondisi keterbatasan anggaran, ia menegaskan alokasi untuk keselamatan petugas lebih penting dibandingkan kebutuhan lain. 

"Lebih baik kita mengorbankan perjalanan dinas daripada mengabaikan keselamatan petugas pemadam kebakaran. Kta tahu suasana di lokasi kebakaran sangat berbeda. Jangan sampai petugas yang berjuang memadamkan api justru menjadi korban karena peralatan perlindungan yang tidak memadai," tandas Halikinnor. (DEWI PATMALASARI/j)