BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur melakukan sosialisasi teknis sekaligus mendistribusikan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk nelayan sasaran, di Aula Kantor Desa Ketab, Kecamatan Pematang Karau, Selasa, 3 Desember 2024.
Program ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, didukung oleh PT Pertamina Patra Niaga, dan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian ESDM, Camat Pematang Karau, perwakilan desa sasaran, serta para nelayan penerima manfaat.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Abianhin, menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian ESDM dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program ini. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 403 paket konversi akan didistribusikan tahun ini, dengan rincian 206 paket untuk Desa Ketab dan 97 paket untuk Desa Juru Banu.
“Bantuan ini mencakup mesin perahu, konverter kit, as panjang, baling-baling, dan dua tabung LPG ukuran 3 kilogram. Kami harap para nelayan dapat memanfaatkan bantuan ini secara maksimal untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” kata Abianhin.
Ia juga mengingatkan para nelayan agar tidak melakukan praktik penangkapan ikan ilegal, seperti penyetruman atau penggunaan bahan peledak dan beracun, yang dapat merusak lingkungan perairan dan mengurangi habitat ikan.
Perwakilan Kementerian ESDM, Iskandar, menambahkan bahwa program konversi BBM ke BBG merupakan bagian dari diversifikasi energi dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
“Bantuan ini tidak hanya mendukung keberlanjutan energi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Kami harap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik dan tidak diperjualbelikan,” ujar Iskandar.
Program konversi BBM ke BBG telah dilaksanakan di Barito Timur sejak 2023 dan dinilai memberikan manfaat signifikan bagi nelayan. Abianhin berharap kelanjutan program ini di tahun 2024 dapat semakin meningkatkan efisiensi operasional nelayan, mendukung ketahanan pangan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan perairan. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









