BORNEONEWS, Sukamara - Angka prevalensi stunting di Kabupaten Sukamara pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebanyak 7,3 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara, Ari Junita pada acara publikasikan data stunting di aula Kantor Desa Natai Sedawak pada Selasa, 3 Desember 2024.
“Di Kabupaten Sukamara prevalensi stunting tahun 2023 berdasarkan hasil SSGI sebesar 21,8 persen, sedangkan prevalensi stunting tahun 2023 berdasarkan hasil SKI sebesar 29,1 persen yang berarti meningkat 7,3 persen dari tahun sebelumnya,” jelas Ari Junita.
Melalui data tersebut, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sukamara akan melakukan evaluasi terhadap hasil dari Survei Kesehatan Nasional atau SKI tersebut.
“Langkah strategis dalam menangani hal ini adalah meningkatkan kunjungan di Posyandu agar gambaran stanting dan masalah gizi di Kabupaten Sukamara tergambarkan secara keseluruhan,” ujarnya.
--page
Selain itu, melalui kunjungan posyandu tersebut maka kasus tanting dan masalah gizi lainnya pada balita, ibu hamil dan catin dapat terpantau dan dideteksi dini.
“Dalam rangkaian ini pula kami sampaikan intervensi sensitive jaga stunting salah satunya yaitu menyediakan air minum dan sanitasi yang aman,” terang Ari.
Diketahui dalam kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan hadiah Lomba Lalita Indonesia (BLI) dan deklarasi SBS Stop Buang Air Besar Sembarangan/ODF. Selain itu acara juga dihadiri oleh oleh Penjabat Sekda Sukamara, Yofi Yudistira. (NORHASANAH/Y)









