BORNEONEWS, Kotim - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Parimus meminta Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) membina pelaku usaha kerajinan lokal, khususnya yang berkaitan dengan ciri khas daerah. Saat ini kerajinan lokal yang berpotensi dikembangkan, antara lain anyam-anyaman dari rotan, kulit kayu, maupun batok kelapa.

“Sebenarnya banyak potensi kerajinan tangan lokal di daerah ini, tetapi dukungan terhadap pengembangan dan promosinya masih kurang,” kata Wakil Ketua DPRD Kotim, Parimus, Jumat (9/9/2016).

Instansi terkait bisa belajar dari kabupaten/kota di Indonesia yang mengembangkan industri kerajinan tangan lokal. Saat ini, kata Parimus, kerajinan lokal yang berpotensi dikembangkan antara lain anyam-anyaman dari rotan, kulit kayu, maupun batok kelapa.

Politisi Partai Demorat itu menilai, sebagian besar pelaku usaha kerajinan lokal di daerah ini belum mendapat bantuan dari pemerintah daerah, baik bantuan modal maupun pemasaran. Mereka hanya memasarkan dari mulut atau dari stand ke stand lainnya saat digelar pameran.

Dia pun berharap kedepan pemkab perlu menguatkan pelaku-pelaku usaha kerajinan lokal. Mereka mesti diberikan pelatihan-pelatihan agar keahliannya merata dan pemasarannya juga disiapkan.

“Tidak kalah penting, bantuan permodalan juga perlu diberikan melalui simpul-simpul koperasi yang dibentuk kelompok masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut Parimus juga menyoroti keberadaan dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) untuk memperjuangkan peningkatan usaha kerajinan lokal.

“Jangan hanya menunggu ada momen baru diperhatikan. Tetapi harus dimulai sejak saat ini, dengan mendorong upaya kerativitas kerajinan lokal,” kata dia.

Dekranasda sebagai salah satu lembaga yang memiliki visi memajukan industri kerajinan lokal, semestinya difungsikan untuk memajukan industri kreatif sehingga dapat terus berkembang.

“Hal itu penting, agar setiap upaya penyediaan dan hasil kreasi kerajinan di daerah ini bisa lebih berkembang. Sekaligus berdampak positif terjadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Parimus. (M. RIFQI/N).