BORNEONEWS, Sukamara - Publikasi data stunting yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara bertujuan untuk merencanakan strategi penanggulangan stunting tahun berikutnya.
Penjabat Sekda Sukamara, Yofi Yudistira mengatakan bahwa penyelenggaraan intervensi secara konvergensi yang melibatkan lintas sektor merupakan kunci keberhasilan dan penurunan stunting.
“Sedangkan konvergensi adalah pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama,” terang Yofi pada acara Publikasi data stunting di aula Kantor Desa Natai Sedawak, Selasa, 3 Desember 2024.
Menurutnya, konvergensi percepatan penurunan stunting ada 8 aksi yaitu analisis situasi, perencanaan kegiatan, rembuk stunting, Peraturan Bupati tentang peran Desa, pembinaan kader KPM, sistem manajemen data koma pengukuran dan publikasi stunting dan review kinerja tahunan.
“Sedangkan kegiatan hari ini merupakan pelaksanaan aksi ke-7 dari 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting yang bertujuan untuk melihat keberhasilan intervensi yang dilakukan selama setahun,” ujarnya.
--page
“Sain itu ini juga bertujuan untuk merencanakan strategi penanggulangan stunting tahun berikutnya,” tambah Yofi Yudistira.
Diketahui untuk prevalensi stunting tahun 2021 sebesar 24,7 persen, tahun 2022 sebesar 21,8 persen mengalami penurunan 2,9 persen.
Sementara di tahun 2023 sebesar 29,1 persen mengalami kenaikan 7,3 persen dari tahun sebelumnya, yang tentunya sangat jauh dari target nasional tahun 2024 yaitu 14 persen. (NORHASANAH/Y)









