SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Devi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan penyakit musiman yang sering terjadi selama musim penghujan. Curah hujan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir berpotensi menyebabkan genangan air hingga banjir di sejumlah wilayah, terutama di daerah rawan seperti bantaran sungai.

“Saat ini kita sudah memasuki musim hujan yang diperkirakan cukup panjang oleh BMKG. Masyarakat harus lebih waspada terhadap banjir, terutama di wilayah yang sering terdampak di wilayahutara. Selain itu, genangan air juga berpotensi memicu penyakit musiman seperti demam berdarah dan diare,” kata Devi, Selasa, 3 Desember 2024.

Devi menegaskan pentingnya langkah antisipasi, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah. Menurutnya, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit yang dipicu oleh genangan air. Ia juga meminta pemerintah untuk segera melakukan langkah mitigasi seperti membersihkan saluran air dan memantau daerah rawan banjir.

“Saya harap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera bertindak cepat untuk melakukan pembersihan saluran air yang tersumbat. Jangan sampai banjir terjadi karena masalah teknis yang sebenarnya bisa diatasi lebih awal,” ujarnya.

Selain itu, Devi juga mengingatkan pentingnya upaya pencegahan terhadap penyakit demam berdarah serta diare dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari sarang nyamuk.

--page

Ia mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan program 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Devi menambahkan, kesehatan menjadi prioritas utama selama musim penghujan. Ia meminta pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan layanan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan yang jauh dari pusat layanan kesehatan.

“Puskesmas dan fasilitas kesehatan harus siap menghadapi kemungkinan lonjakan pasien akibat penyakit musiman,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)