BORNEONEWS, Kapuas - Pembongkaran dua buah jembatan ulin di Jalan Kapuas, Kecamatan Selat mulai dikebut. Rencananya, jembatan ini akan dibangun konstruksi beton. Jalan menuju ke rumah warga sudah ditutup menggunakan dinding seng. Beberapa pekerja membenahi tiang pancang untuk memasukkan pondasi jembatan.

"Seharusnya proyek pengerjaan jembatan sudah dilaksanakan, tetapi ada hambatan di lapangan terkait kabel listrik milik PLN, sehingga memakan waktu proses pekerjaan," kata Kasi Perencanaan Teknis Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Kapuas, Heni Mariati, Jumat (9/9/2016).

Sebenarnya sesuai kontrak, jembatan dibangun 8 Agustus hingga 20 Desember 2016. Namun karena ada hal-hal yang perlu dibenahi, seperti memindahkan kabel telepon, jaringan listrik maupun pipa PDAM, sehingga harus molor dengan memakan waktu. Pembangunan jembatan ini lanjut Heni, memerlukan tiang pancang, sehingga jangan sampai tiang-tiang pancang itu mengenai kabel listrik maupun kabel telepon.

"Kalau semuanya tidak ada kendala, maka pembangunan jembatan akan berjalan dengan lancar. Nantinya pembangunan jembatan dikerjakan sekaligus dua buah, sehingga penyelesaiannya sekaligus bersama-sama." ungkapnya.

Ditanya apakah nantinya penyelesaian jembatan akan tepat waktu, Heni mengatakan pastinya akan tepat waktu. Bahkan kemungkinan di awal Desember 2016 dua buah jembatan sudah selesai."Kita berharap masyarakat sekitar bersabar dan pekerjaan jembatan terus berjalan tanpa hambatan,"imbuhnya.

Pemkab Kapuas tahun ini mengganti beberapa buah jembatan di beberapa lokasi, dengan jembatan permanen atau beton. Ke depan jembatan tersebut dapat bertahan di atas 10 tahun serta mampu dilalui mobil angkutan di bawah 10 ton. Salah satunya adalah di kawasan Jalan Kapuas, Kecamatan Selat Kapuas Kalteng.

Di lokasi padat penduduk yang sebagian berdiam di tepi Sungai Kapuas, yang mana jembatan ulin dibongkar dan diganti dengan jembatan beton. Dua buah jembatan ulin yang sudah lama berdiri, kondisinya memprihatinkan, sehingga ada pemikiran dari dinas setempat untuk merubahnya menjadi jembatan betonisasi.

Pantauan di lapangan pada akhir bulan Agustus, tepatnya tanggal 27 kemarin, jembatan ini ditutup total. Kini lokasi jembatan yang akan dibangun, tepatnya di ujung Jalan Kapuas di RT4 sudah ditutup dengan pagar seng. Tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda untuk dikerjakan. Padahal menurut papan proyek yang terpampang tertulis jembatan mulai dibangun tanggal 2 Agustus. Tetapi sampai sekarang belum ada tanpa-tanda pembangunan jembatan tersebut.

Padahal ini sudah menginjak awal September."Dari papan proyek yang terpampang, pengerjaan jembatan dimulai pada 8 Agustus hingga 20 Desember 2016. Namun sampai sekarang belum juga dikerjakan,"kata Agus, warga RT4, Jalan Kapuas Ujung. (DJEMMY NAPOLEON/N).