BORNEONEWS, Kotim - Sebagai bagian dari Provinsi Kalimantan Tengah, program pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur, bukan hanya harus selaras, tetapi juga butuh dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalteng.
Terlebih di tengah kondisi perekonomian nasional yang melemah saat ini dan terjadinya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, hal ini jelas berdampak pada daerah seperti Kotim.
"Karena itu, Pemprov Kalteng diminta memperjuangkan aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menunjang percepatan kemajuan seluruh sektor atau bidang pembangunan. Khusus di Kotim, banyak program pembangunan, namun karena keterbatasan anggaran tentu belum bisa diakomodasi semuanya,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Jainudin Karim, Jumat (9/9/2016).
Karena itu, lanjut dia, dibutuhkan dukungan dari Pemprov Kalteng agar program-program pembangunan terutama guna membuka keterisolasian wilayah kecamatan anggarannya dapat dibantu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalteng.
Jainudin pun menyarankan agar Bupati Kotim dan jajarannya maupun DPRD Kotim membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan terkait di tingkat provinsi. Hal ini dalam rangka mencari dan menambah sumber pendanaan pembangunan di daerah.
“Saya kira tidak ada salahnya bupati menyampaikan ekspos program-program pembangunan yang membutuhkan dukungan pemprov kepada gubernur,” ucap dia.
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi IV DPRD Kotim Agus Seruyantara. Menurutnya, peningkatan kebutuhan pembangunan di kabupaten ini masih membutuhkan sentuhan dari APBD Pemprov Kalteng.
"Sentuhan APBD provinsi terutama untuk peningkatan pembangunan infrastruktur. Karena dengan terbangunnya infrastruktur akan memiliki dampak terhadap sektor lain seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat,” ucap dia.
Sementara itu, beberapa program pemkab yang membutuhkan anggaran besar antara lain seperti pembangunan jalan Cempaka Mulia Timur-Pulau Hanaut, yang melintasi tiga kecamatan, yakni Cempaga, Seranau, dan Pulau Hanaut. Juga rencana pembangunan jalan-jalan dan 119 buah jembatan bentang pendek maupun panjang. Serta rencana pembangunan Jembatan Mentaya yang menghubungkan Kota Sampit dan Kecamatan Seranau. (M. RIFQI/N).








