TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program transformasi berbasis inklusi sosial di Kabupaten Barito Timur, Rabu, 4 Desember 2024.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Barito Timur, Ari Panan P Lelu, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan program tersebut berjalan optimal di empat perpustakaan desa, yakni Perpustakaan Desa Rodok, Tangkan, Turan Amis, dan Tangkum.

Dia menambahkan, monev tersebut merupakan bagian dari komitmen Perpusnas untuk meningkatkan kualitas literasi dan pemberdayaan masyarakat di desa-desa.

 "Kami ingin memastikan program transformasi ini benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa," ujarnya.

Sebagai bagian dari program ini, Perpusnas memberikan bantuan berupa 1.250 judul buku, satu unit komputer, dan satu printer untuk masing-masing perpustakaan desa. Selain itu, perpustakaan juga diarahkan menjadi pusat kegiatan berbasis masyarakat, termasuk pelatihan keterampilan, pendidikan, kesehatan, seni budaya lokal, hingga pertanian.

--page

“Pengelola perpustakaan menunjukkan dedikasi luar biasa. Mereka kreatif dalam mengadakan kegiatan seperti kursus membaca, menulis, hingga pelatihan komputer gratis. Perpustakaan desa telah menjadi tempat yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Ari.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan dukungan aktif dari masyarakat dan sinergi dengan berbagai pihak, seperti Tim Penggerak PKK Desa. Dengan pendekatan ini, perpustakaan desa diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi motor penggerak transformasi sosial di Barito Timur.

“Semoga perpustakaan desa semakin maju dan berkontribusi dalam memajukan literasi serta keterampilan warga,” pungkas Ari. (AGUSTINUS BOLE MALO/Y)