BORNEONEWS, Dusun Selatan - Warga Desa Mampun, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terancam tidak bisa menikamati daging hewan kurban bantuan PHBI.  Hewan kurban itu  lepas dari ikatannya dan kini lari ke dalam hutan.

Kepala Desa Mampun Dahlan ketika dikonfirmasi Borneonews,  Jum'at  (9/9/2016)  membenarkan atas hilangnya sapi kurban bantuan PHBI Barsel tersebut. Dan sampai hari ini, sapi  yang rencananya akan disembelih pada Hari Idul Adha 1437 H serta dagingnya dibagikan  untuk warga setempat, belum ditemukan.

"Kemarin saya bersama warga Mampun, sekitar 70 orang sudah berusaha mencarinya ke dalam hutan yang diketahui sebagai tempat awal pelariannya, namun masih belum kita temukan juga," ucap dia.

Kades menerangkan, pihaknya, setelah menerima satu ekor sapi bantuan PHBI yang diserahkan Bupati Barsel M Farid Yusran di halaman Mesjid Agung Baiturrahman Buntok, sekitar dua hari lalu.

Sapi tersebut langsung di bawa ke Desa  Asam dengan menggunakan mobil dan selanjutnya  akan diteruskan pendistribusiannya ke Desa Mampun dengan menggunakan kelotok (perahu bermasin).

Sekitar pukul 11.00 Wib siang hari itu, setelah sapi tersebut digiring ke tepi Sungai Barito dan ingin dimasukkan ke dalam kelotok, api itu meronta hingga memutus  tali ikatan  yang ada di lehernya, dan lepas lari ke dalam hutan.

"Pada saat itu sejumlah warga sempat juga berusaha membantu untuk mengejarnya. Namun tidak membuahkan hasil," ujar Dahlwan.

Sementara itu, Rmi (44) warga Mampun yang mengetahui persis larinya sapi kurban tersebut mengatakan, pada saat kejadian itu ia sudah melakukan berbagai macam cara untuk menjinakkan sapi tersebut, bahkan sempat mengejarnya ke dalam hutan. Namun sia sia.

"Sepertinya sapi tersebut memang takut dengan air sungai, dan mungkin juga karena peternakannya  terbiasa di daerah daratan." Ujarnya.

Walau demikian, Remi tetap mengakui bahwa kejadian tersebut merupan Kelalaian mereka. Namun pihaknya tetap harus  berusaha untuk bisa  menemukan kembali sapi yang hilang tersebut.

"Memang semau ini di luar rencana dan kami memohon maaf atas kelalaian yang kami lakukan untuk bisa membawa sapi itu sampai ke Desa Mampun," kata Remi. (LAILY MANSYUR/m)