BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyalurkan bantuan 10 mesin jahit bordir kepada 20-an Ibu Rumah Tangga (IRT). Ibu-ibu rumah tangga tersebut sebelumnya sudah dilatih menjahit kain bordir selama 30 hari di Aula Disnakertrans Kobar.
"Selain memberi pelatihan bordir, kami juga memberikan mesinnya sebanyak 10 buah," ujar Kepala Bidang Pembinaan Tenaga Kerja, Disnakertrans Kobar, Kamberani, di Pangkalan Bun, Jumat (9/9/2016).
Pelatihan tersebut merupakan program Disnakertrans dalam mensejahterakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan. Rata-rata, puluhan ibu rumah tangga dari tiga kecamatan, Kumai, Arut Selatan, dan Pangkalan Lada ini sudah memiliki keahlian menjahit pakaian. "Semuanya rata-rata sudah bisa menjahit pakaian, yang kita berikan pelatihan ini khusus jahit bordir. Supaya keahlian mereka bertambah banyak," ujar Kamberani di ruang kerjanya.
Menurutnya, jumlah mesin bordir yang disumbangkan itu disesuaikan anggaran yang ada. Jadi, satu mesin bisa dipakai giliran oleh dua orang IRT yang diberikan pembekalan sebelumnya. "Anggarannya memang terbatas, untuk pemberian modalnya juga tidak ada, hanya mesin," akunya.
Diharapkan, dengan adanya pelatihan dan pemberian 10 mesin bordir itu, para IRT tersebut dapat menghasilkan pendapatan tambahan dalam perekonomian keluarganya. "Setiap tahun kami mengadakan pelatihan itu, termasuk kepada kaum pria yanh diberikan pelatihan bengkel motor," pungkas Kamberani. (CECEP HERDI/N).








